Selain mengancam performa mesin, hujan abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi juga membawa risiko tersendiri bagi bagian luar atau bodi sepeda motor. Karakter abu vulkanik yang tajam dan bersifat asam membuat penanganannya tidak bisa disamakan dengan debu jalanan biasa. Jangan Langsung Dilap Pemilik bengkel Garage +62, Dustin, mengingatkan pemilik motor untuk tidak buru-buru mengelap bodi yang tertutup abu vulkanik, terutama jika lapisannya cukup tebal. Abu vulkanik pada bodi motor "Sebenarnya kalau enggak parah enggak masalah, tapi kalau tebal itu jangan langsung dilap. Bisa baret-baret bodi. Jadi disiram dulu sama air, baru dilap," kata Dustin kepada Kompas.com, Minggu (6/9/2026). Menurutnya, langkah menyiram bodi motor dengan air sebelum dilap menjadi kunci penting agar partikel abu vulkanik yang kasar tidak bergesekan langsung dengan permukaan cat saat proses pembersihan. Sifat Asam dan Abrasif Senada dengan Dustin, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Victor Assani menjelaskan bahwa sifat abu vulkanik yang asam dan korosif bisa mengikis, salah satunya bagian bodi. Abu vulkanik pada bodi motor "Abu vulkanik ini memiliki sifat asam yang korosif dan abrasif atau mengikis. Jadi berbahaya atau berpotensi merusak bodi sepeda motor," ujar Victor. Ia menegaskan, karakter abu vulkanik yang tajam dan abrasif memang berpotensi merusak atau menggores permukaan bodi motor. Karena itu, Victor menyarankan agar motor segera dibersihkan dan tidak dibiarkan terlalu lama dalam kondisi tertutup abu. "Segeralah membersihkan bodi atau permukaan sepeda motor, jangan sampai dibiarkan lama yang berefek akan lebih menguat dan mengeras di bodi," kata Victor. Cara Aman Membersihkan Bodi dari Abu Vulkanik Victor memaparkan sejumlah langkah yang perlu diperhatikan agar proses pembersihan tidak justru menambah kerusakan pada bodi motor. Gunakan air mengalir dengan tekanan sedang dan disiramkan secara perlahan untuk meluruhkan debu yang menempel. Ia mengingatkan agar tidak menggunakan air bertekanan tinggi dalam proses ini. Jangan menggosok permukaan bodi sebelum dipastikan sebagian besar abu vulkanik telah terlepas dari siraman air. Menggosok pada tahap ini berisiko membuat partikel abu justru menggores cat. Setelah debu banyak yang luruh, barulah gunakan kain atau spons berbahan halus seperti microfiber untuk membersihkan sisa abu yang menempel. Proses ini pun harus dilakukan dengan usapan lembut, bukan gosokan kasar, agar permukaan body tidak baret. Dengan penanganan yang tepat sejak awal, potensi kerusakan bodi akibat sifat korosif dan abrasif abu vulkanik dapat diminimalkan.