Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9/2026), yang mengeluarkan abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi kendaraan, khususnya pada sistem pendingin udara alias AC mobil. Abu vulkanik memiliki kandungan silika mikro yang tajam dan berpotensi merusak berbagai komponen jika tersedot ke dalam kabin. Lantas, bagaimana cara merawat dan mengamankan AC mobil saat kondisi hujan abu melanda? Ilustrasi AC mobil. Aktifkan Sirkulasi Dalam Langkah paling krusial saat berkendara di tengah sebaran abu vulkanik adalah memastikan mode sirkulasi udara (recirculation) selalu dalam kondisi aktif. "Saat terjadi hujan abu, pastikan tombol sirkulasi AC menyala agar katup udara luar tertutup rapat," ujar menurut Munawir, pemilik bengkel spesialis AC mobil Sirad AC di Depok, kepada Kompas.com (6/9/2026). “Udara yang diputar hanya udara di dalam kabin, sehingga abu dari luar tidak ikut tersedot," ujar keluhan teknisi di bengkel spesialis AC mobil,” kata dia. Bengkel spesialis AC Mobil Sentral AC di Bogor Munawir juga mengatakan, jika jarak pandang terganggu akibat abu yang terlalu pekat, pemilik kendaraan disarankan untuk mematikan sistem AC dan blower sementara waktu guna mencegah penumpukan partikel mikro di kompartemen mesin. Pembersihan dan Penggantian Komponen Setelah paparan abu berkurang, perawatan ekstra harus segera dilakukan. Komponen utama yang perlu mendapat perhatian adalah filter kabin. Filter AC Mobil Apabila lapisan abu pada filter kabin cukup tebal, sangat disarankan untuk langsung menggantinya dengan yang baru daripada menyemprotnya dengan angin bertekanan tinggi. “Udara bertekanan justru berpotensi merusak serat filter serta menyebarkan debu silika yang berbahaya jika terhirup,” ucap Munawir. Selain filter kabin, kondensor AC yang terletak di area depan radiator juga harus dibersihkan. Cuci sirip kondensor menggunakan air mengalir bertekanan sedang. “Hindari menyapu abu dalam kondisi kering karena sifat abrasif abu vulkanik dapat menggores kisi-kisi aluminium kondensor,” kata dia.