Abu vulkanik yang terbawa angin mulai mencapai sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Serang, Banten. Abu vulkanik juga dilaporkan terdeteksi hingga wilayah Depok dan Kota Bogor, Jawa Barat. Kondisi tersebut merupakan dampak meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik yang terbawa angin juga berpotensi menempel pada kendaraan, termasuk sepeda motor. 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dan Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Victor Assani mengatakan, pemilik motor yang kendaraannya terpapar abu vulkanik perlu segera melakukan pembersihan. Pasalnya, karakter abu vulkanik berbeda dengan debu jalanan biasa dan dapat berisiko merusak permukaan bodi kendaraan apabila dibersihkan dengan cara yang tidak tepat. "Yang perlu diketahui adalah karakter debu vulkanik itu bersifat keras dan tajam sehingga dapat mengakibatkan aberasi, disamping itu debu vulkanik agak susah larut dalam air, sehingga kalau menempel akan relatif susah dibersihkan dan sifatnya adalah asam yang juga dapat berakibat korosi. Selain tentunya ukurannya yang sangat halus walau ada yang kasar," ucapnya kepada Kompas.com, Minggu (7/9/2026). Ilustrasi cuci motor Oleh karena itu kecepatan penanganan seperti segera membersihkan menjadi hal yang sangat penting, karena kalau terlalu lama maka akan semakin mengeras dan menebal yang berakibat lebih susah dibersihkan. Membersihkan motor yang terkena abu vulkanik tidak bisa dilakukan seperti mencuci kendaraan yang hanya terpapar debu biasa. "Nah, membersihkannya pun tidak seperti kita membersihkan kendaraan yang terpapar debu biasa di jalanan,” ucap Victor. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menyiram motor menggunakan air mengalir untuk mengangkat abu vulkanik dari permukaan bodi. "Dari berbagai karakter di atas, maka cara mencucinya pun harus lebih berhati-hati, misalnya dengan menyiram menggunakan air yang mengalir mengalir. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jangan menggunakan tekanan tinggi, cukup pergunakan tekanan sedang secara perlahan namun terus-menerus untuk menghilangkan debu,” ucapnya. Pemilik motor juga disarankan tidak langsung menggosok bodi ketika abu vulkanik masih menempel. Material abu yang keras dan tajam berpotensi menyebabkan baret pada permukaan kendaraan. "Jangan sekali-kali menggosok apalagi dengan sembarang kain sebelum dipastikan sebagian besar debu telah mengalir terbawa air. Menggunakan kain atau spons yang halus atau microfiber dan gunakan sabun khusus body sebagai tahap pembersihan akhir,” ucapnya. Cara tersebut penting diperhatikan oleh pemilik motor, terutama bagi kendaraan yang berada di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.