Hujan abu vulkanik yang mengguyur sejumlah wilayah beberapa hari terakhir membawa berkah tersendiri bagi para pengusaha jasa cuci motor dan mobil. Debu vulkanik yang menempel di bodi kendaraan membuat banyak pemilik motor dan mobil buru-buru mencuci kendaraannya, meski hujan yang turun tergolong ringan. Order Melonjak hingga 50 Persen Pengelola Anmar Steam, Dika Prasetya, mengatakan jumlah pelanggan yang datang mencuci motor meningkat signifikan sejak abu vulkanik turun. Cuci mobil "Peningkatan ada, banyak yang kena abu vulkanik. Biasanya kan ditunda-tunda, nunggu hujan gede. Tapi ini sedikit kena abu vulkanik saja langsung dicuci," kata Dika kepada Kompas.com, Senin (7/9/2026). Menurut Dika, dalam sehari tempatnya bisa mencuci sekitar 70 motor, naik dari hari biasa yang hanya berkisar 50 motor. Namun, ia menyebut jumlah tersebut mulai melandai dalam dua hari terakhir. Debu vulkanik, kata Dika, paling banyak menempel di bagian jok dan bodi depan motor. Cuci motor Hal serupa dirasakan Yuni, admin tempat cuci mobil Nyangsang Jaya Motor. Ia menyebut jumlah mobil yang dicuci di tempatnya sempat menembus 57 unit dalam sehari, jauh di atas rata-rata harian yang biasanya di bawah 20 unit dan tidak pernah mencapai angka 50. "Semenjak hujan abu vulkanik jadi meningkat cucian. Biasanya enggak pernah sampai 50-an," ujar Yuni. Kenaikan order juga dialami Iman, petugas cuci motor Amanah. Ia mencatat ada 16 hingga 17 motor yang dicuci dalam sehari, dengan puncaknya terjadi pada Sabtu saampai 15 motor. "Lumayan, banyak yang kena abu vulkanik," kata Iman. Cara Menangani Abu Vulkanik Beda dari Debu Biasa Penanganan motor dan mobil yang terkena abu vulkanik membutuhkan perlakuan khusus dibanding debu atau kotoran biasa. Dika menjelaskan, tekstur abu vulkanik lebih tajam sehingga berisiko menimbulkan baret jika penanganannya sembarangan. Menurutnya, kendaraan harus diguyur air secara penuh terlebih dahulu sebelum dicuci. "Abu vulkanik lebih tajam. Cara nyuci sama, cuma harus diguyur penuh dulu, karena kalau disiram saja enggak cukup, pas diraba masih terasa," kata Dika. Abu vulkanik pada bodi motor Ia juga menegaskan proses pencucian tidak boleh menggunakan lap, melainkan spons, untuk menghindari goresan pada bodi kendaraan. Yuni menyampaikan pengalaman serupa. Ia mengatakan sempat menerima komplain dari pelanggan karena sisa abu vulkanik masih tertinggal setelah dicuci, kemudian tergores saat proses pengeringan menggunakan lap. "Harus disiram dulu, enggak bisa langsung," ujar Yuni. Abu vulkanik pada bodi motor Sementara itu, Iman menyebut penanganan di tempatnya menggunakan sampo cuci kendaraan agar abu vulkanik dapat langsung hilang. Ia menambahkan, ketebalan abu yang menempel di jok dan bodi bagian atas motor membuat proses penyiraman membutuhkan air dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. "Memang tebal abunya, jadi siramnya butuh air yang banyak," kata Iman.