Abu vulkanik yang menempel pada kaca mobil sebaiknya tidak langsung dibersihkan menggunakan lap atau wiper. Meski terlihat seperti debu biasa, abu vulkanik memiliki karakteristik yang berbeda. Material ini terbentuk dari partikel batuan yang hancur menjadi serpihan sangat halus, mineral, serta pecahan kaca vulkanik akibat proses letusan gunung berapi. Sebagian partikel tersebut memiliki tekstur keras dan bersudut tajam sehingga bersifat abrasif atau dapat mengikis permukaan. Karena itu, membersihkan kaca mobil yang dipenuhi abu vulkanik membutuhkan cara yang tepat. Kesalahan saat membersihkan justru dapat membuat permukaan kaca tergores. CEO TOP COAT Indonesia, Christopher Sebastian, mengingatkan pemilik kendaraan untuk tidak langsung mengelap kaca yang masih dipenuhi abu vulkanik. “Jangan mengelap permukaan (kaca) yang masih penuh abu," kata Christopher kepada Kompas.com, Senin (7/9/2026). Karet wiper wajib dijaga kualitasnya “Angkat wiper dan jangan menyalakan wiper ketika kaca masih kering, karena abu yang terjebak di bawah wiper dapat menggores kaca,” ujarnya. Jangan Langsung Lap Christopher mengatakan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah jangan memberikan gesekan pada kaca. Jika lapisan abu masih tebal, hindari mengelap permukaannya dalam kondisi kering. Begitu juga dengan penggunaan kemoceng atau alat pembersih lain yang bekerja dengan cara menggosok permukaan. "Bilas dengan air dalam jumlah banyak terlebih dahulu, mulai dari bagian atas mobil kemudian turun ke bawah," katanya. Namun lakukan secara perlahan dan hindari memberikan tekanan atau gesekan selama partikel masih menempel. Tujuannya adalah mengurangi sebanyak mungkin partikel abrasif sebelum kaca dibersihkan lebih lanjut. Debu diduga abu vulkanik menempel di kendaraan di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat. Langkah mitigasi mulai disiapkan Pemkot Bandung menyusul sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah memasuki wilayah Bandung Bandung Raya, termasuk Kota Bandung. Abu Bisa Gores Kaca? Secara umum, abu vulkanik terdiri dari material hasil letusan gunung berapi, seperti fragmen batuan, mineral dan pecahan kaca vulkanik. Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah silika (SiO2) serta kristal atau pecahan kaca vulkanik. Material tersebut dapat memiliki tekstur keras, bersudut dan abrasif. Selain itu, abu vulkanik juga dapat mengandung berbagai mineral, antara lain aluminium, kalium, besi, magnesium dan kalsium. Material batuan yang sebelumnya berukuran lebih besar juga dapat hancur akibat tekanan tinggi saat erupsi dan berubah menjadi partikel yang sangat halus. Karakter inilah yang membuat abu vulkanik perlu diperlakukan berbeda dari debu jalan biasa, terutama ketika menempel pada permukaan kendaraan.