Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah. Kondisi ini tentu menjadi perhatian bagi pemilik kendaraan, terutama yang mobilnya terparkir di area terbuka. Pasalnya, abu vulkanik yang menempel di permukaan mobil tidak bisa dianggap sebagai kotoran biasa. Partikel halus tersebut memiliki sifat abrasif yang berpotensi membuat permukaan cat mengalami baret jika dibersihkan dengan cara yang kurang tepat. Lantas, apakah mobil yang sudah mendapatkan lapisan coating akan lebih aman dari dampak abu vulkanik? Coating Bukan Berarti Mobil Kebal dari Abu Vulkanik CEO Kabuki Auto Shop, Christopher Sebastian, mengatakan mobil yang sudah dilapisi coating memang memiliki perlindungan tambahan pada permukaan cat. Menurutnya, lapisan coating dapat membantu mengurangi risiko baret akibat gesekan kotoran atau debu yang menempel di bodi kendaraan. "Untuk mobil yang sudah ter coating, maka resiko baret gores dari kotoran debu akan semakin minim, dan kotoran debu tidak menempel di cat sehingga lebih mudah dibersihkan," ujar Christopher, kepada Kompas.com belum lama ini. Meski begitu, coating bukan berarti membuat mobil sepenuhnya kebal terhadap abu vulkanik. Jika partikel abu yang menempel tetap digosok dengan tekanan tinggi, maka permukaan cat tetap berpotensi mengalami kerusakan. Abu vulkanik Krakatau kembali menebal di Bandar Lampung. Warga memilih mengurangi aktivitas luar dan memakai masker,Rabu (9/9/2026) Jangan Langsung Digosok Saat Abu Masih Menempel Christopher menjelaskan, kesalahan yang sering dilakukan pemilik kendaraan adalah langsung menggosok bodi mobil ketika masih terdapat abu vulkanik. Padahal, langkah tersebut justru bisa membuat partikel keras dari abu bergesekan langsung dengan lapisan pelindung cat. "Jangan ditekan, ini penting sekali. Kalau masih ada abu yang menempel, jangan berpikir gosok sedikit supaya cepat bersih," katanya. "Justru semakin ditekan, semakin besar kemungkinan partikel keras bergesekan dengan clear coat," lanjutnya. Karena itu, proses pembersihan harus dilakukan secara perlahan dan memastikan seluruh abu sudah terangkat sebelum masuk tahap pengeringan. Cara Mencuci Mobil yang Terkena Abu Vulkanik Untuk membersihkan mobil dari abu vulkanik, pemilik kendaraan disarankan melakukan pencucian dari bagian atas menuju bawah. " Saya juga merekomendasikan mencuci dari atas ke bawah dan membersihkan mitt dari debris sebelum berpindah bagian," ujar Christopher. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membilas bodi mobil menggunakan air untuk meluruhkan abu yang menempel. Jangan langsung mengelap permukaan bodi dengan kain kering karena dapat meningkatkan risiko gesekan antara partikel abu dan cat. Setelah itu, gunakan alat cuci seperti mitt yang bersih. Pastikan mitt dibersihkan dari sisa kotoran sebelum berpindah ke bagian bodi lainnya. Cuci mobil Gunakan Blower untuk Mengeringkan Mobil Setelah proses pencucian selesai, pastikan seluruh permukaan mobil benar-benar bersih sebelum dikeringkan. Christopher menyarankan penggunaan blower untuk membantu menghilangkan sisa air, terutama pada bagian celah bodi kendaraan. "Bilas lagi sampai benar-benar bersih. Baru setelah permukaan sudah bersih, lakukan pengeringan," katanya. "Untuk mengeringkan, blower justru bagus. Kalau punya blower khusus detailing, itu sangat membantu," lanjutnya. Menurutnya, penggunaan blower lebih aman dibandingkan terlalu banyak menggosok bodi menggunakan kain. "Daripada menggosok seluruh bodi dengan kain, tiup air dari celah-celah dan permukaan, kemudian gunakan microfiber yang benar-benar bersih untuk sisa air," jelas Christopher. Selain itu, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan kebersihan kain yang digunakan. "Jangan menggunakan kain yang sudah dipakai untuk bagian bawah mobil atau pelek pada panel bodi," kata dia. Dengan perawatan yang tepat, lapisan coating dapat membantu memberikan perlindungan tambahan ketika mobil terkena abu vulkanik. Namun, cara membersihkan tetap menjadi faktor utama agar cat kendaraan tetap aman dan tidak mengalami baret.