Rotasi ban memang dilakukan untuk meratakan tingkat keausan agar umur pakai lebih panjang. Namun, pola rotasi yang tidak tepat justru bisa menimbulkan masalah baru pada ban. Kesalahan ini sering terjadi karena tidak memahami jenis ban dan sistem penggerak kendaraan. “Rotasi ban itu nggak bisa asal tukar posisi, harus lihat dulu jenis bannya, sistem penggeraknya,” ujar Hari Permana, pemilik toko ban mobil RSK Garage di Cipondoh, Tangerang. Salah satu yang paling berisiko adalah pada ban jenis directional atau searah. Ban ini dirancang hanya untuk berputar ke satu arah sesuai tanda panah di dinding ban. Jika dipasang terbalik, kemampuan ban dalam membuang air bisa terganggu. Akibatnya, risiko selip atau aquaplaning saat jalan basah jadi lebih tinggi.