Mobil yang sudah disuntik mati atau dihentikan produksinya kerap dianggap kurang menarik untuk dibeli. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu membuat harga mobil bekasnya jatuh. Beberapa model justru tetap diminati karena jumlah unit yang terbatas hingga memiliki karakter yang sulit ditemukan pada model baru. Pemilik showroom D23 Autocare di Bandung, Jawa Barat, Taufik Feby, mengatakan salah satu faktor yang membuat mobil bekas yang sudah tidak diproduksi tetap menarik adalah jumlah unitnya yang semakin terbatas. Suzuki Baleno Hatchback Ketika produksi dihentikan, tidak ada lagi tambahan unit baru di pasar. Hukum supply dan demand. Jika permintaan terhadap model tersebut masih tinggi, kelangkaan bisa membuat harganya bertahan atau bahkan meningkat. “Stok terbatas. Ketika pabrik berhenti memproduksi mobil tersebut, jumlah unit di pasaran praktis tidak bertambah. Jika peminatnya masih banyak, harga otomatis naik karena barangnya langka,” kata Taufik, kepada Kompas.com (27/9/2026). Ilustrasi mobil bekas. Bukan Berarti Mobilnya Jelek Keputusan pabrikan menghentikan produksi sebuah model tidak selalu berkaitan dengan kualitas kendaraan. Ada pula mobil yang disuntik mati karena perubahan strategi perusahaan atau pergantian generasi. Kondisi tersebut membuat sejumlah model tetap memiliki penggemar, terutama jika sudah memiliki komunitas kuat. Honda Jazz, misalnya, menjadi salah satu contoh mobil yang masih memiliki basis penggemar meski produksinya telah dihentikan. “Fanatisme dan faktor emosional. Beberapa mobil disuntik mati bukan karena jelek, melainkan karena siklus zaman atau strategi pabrikan. Mobil yang punya komunitas kuat atau dianggap legendaris sering diincar pencinta otomotif, membuat harganya bertahan tinggi atau naik kembali,” ujarnya. Honda City Hatchback 2021 Faktor lain datang dari karakter atau spesifikasi tertentu yang tidak lagi ditawarkan pada model penerus. Hal tersebut membuat sebagian konsumen justru memburu generasi terakhir sebuah mobil yang sudah dihentikan produksinya. Pemilik showroom Malique Selatan Djakarta di Blok M Mall, Jakarta Selatan, Bimo Maliki, mengatakan nilai historis dan spesifikasi unik dapat menjadi daya tarik tersendiri di pasar mobil bekas. “Mobil yang berhenti diproduksi karena edisi terbatas, punya fitur langka, atau desain yang tidak ada pada penggantinya sering dicari kolektor. Kelangkaan ini mendongkrak nilai jual kembali di pasar mobil bekas,” kata Bimo. Toyota Veloz tampil di GIIAS 2025 Generasi Terakhir Bisa Jadi Buruan Selain faktor kelangkaan, sebagian konsumen juga memiliki anggapan bahwa model yang diproduksi menjelang akhir masa penjualannya merupakan versi yang sudah lebih matang. Bimo mengatakan, ada konsumen yang menilai generasi terakhir sebuah mobil memiliki kombinasi fitur dan mesin yang lebih sesuai dengan kebutuhan dibandingkan model penggantinya. “Anggapan model terakhir lebih bagus. Sebagian konsumen menganggap generasi akhir dari mobil yang disuntik mati jauh lebih sempurna dari segi fitur atau mesin dibanding model penggantinya,” ujarnya. All New Honda CR-V Turbo Karena itu, mobil yang sudah tidak lagi diproduksi tidak otomatis kehilangan daya tarik di pasar bekas. Selain harga yang bisa lebih terjangkau dibandingkan mobil baru, konsumen juga berpotensi mendapatkan model dengan karakter yang sudah tidak tersedia pada generasi terbaru. Sejumlah model yang sebelumnya dipasarkan di Indonesia dan telah dihentikan penjualannya masih dapat ditemukan di pasar mobil bekas. Di antaranya Suzuki Baleno Hatchback, Toyota Veloz Bensin, Honda City Hatchback, hingga Honda Jazz. Bagi calon pembeli, kondisi kendaraan tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan. Riwayat servis, ketersediaan suku cadang, usia kendaraan, hingga harga jual kembali perlu dipertimbangkan sebelum membeli mobil yang produksinya telah dihentikan.