Honda CR-V e:FCEV Hidrogen Masa depan Honda CR-V e:FCEV, varian SUV berbasis fuel cell hidrogen, kini berada di ujung tanduk. Model yang sempat digadang-gadang sebagai simbol masa depan kendaraan ramah lingkungan itu disebut tengah “hidup di waktu yang dipinjam” seiring dihentikannya produksi sistem fuel cell yang menjadi jantung utama kendaraan tersebut. All New Honda CR-V Keputusan strategis Honda dan General Motors (GM) untuk mengakhiri kerja sama produksi fuel cell berdampak langsung pada kelangsungan CR-V e:FCEV, yang sejak awal memang diproduksi dalam jumlah sangat terbatas. Akar Masalah: Produksi Fuel Cell DihentikanHonda CR-V e:FCEV menggunakan sistem fuel cell hasil kerja sama Honda dan GM melalui perusahaan patungan Fuel Cell System Manufacturing (FCSM) di Michigan, Amerika Serikat. Namun, kedua perusahaan sepakat untuk menghentikan produksi sistem fuel cell di fasilitas tersebut sebelum akhir 2026. Dengan dihentikannya pasokan komponen utama ini, keberlanjutan produksi CR-V e:FCEV menjadi semakin tidak realistis. Tanpa sistem fuel cell, Honda praktis tidak memiliki fondasi teknis untuk melanjutkan model tersebut dalam waktu dekat. Apa Itu Honda CR-V e:FCEV? CR-V e:FCEV merupakan versi khusus Honda CR-V yang menggabungkan:- Sel bahan bakar hidrogen- Motor listrik- Baterai lithium-ion 17,7 kWhKombinasi ini menghasilkan tenaga sekitar 174 dk dengan jarak tempuh lebih dari 400 kilometer berdasarkan standar pengujian EPA. Keunggulan utama kendaraan ini adalah emisi yang sangat rendah, karena satu-satunya hasil samping dari proses kerja fuel cell adalah uap air.Meski begitu, mobil ini dipasarkan secara terbatas dan hanya tersedia di wilayah tertentu yang memiliki infrastruktur hidrogen, seperti California.Infrastruktur Hidrogen Jadi Hambatan UtamaSalah satu tantangan terbesar kendaraan fuel cell adalah minimnya stasiun pengisian hidrogen. Di Amerika Serikat, jumlah stasiun hidrogen masih sangat terbatas dan tidak sebanding dengan infrastruktur kendaraan listrik berbasis baterai (EV) yang berkembang pesat.Kondisi ini membuat adopsi kendaraan hidrogen berjalan lambat. Biaya pembangunan stasiun yang tinggi, distribusi hidrogen yang kompleks, serta harga bahan bakar yang mahal menjadi faktor penghambat utama bagi konsumen.Honda Tetap Percaya Teknologi HidrogenMeski CR-V e:FCEV terancam berhenti diproduksi, Honda menegaskan bahwa mereka tidak sepenuhnya meninggalkan teknologi hidrogen. Pabrikan asal Jepang ini dikabarkan tengah mengembangkan fuel cell generasi baru secara mandiri, tanpa melibatkan GM.Namun, pengembangan tersebut lebih difokuskan untuk aplikasi jangka panjang, termasuk sektor industri dan kendaraan komersial, bukan untuk produksi massal SUV penumpang dalam waktu dekat.Arah Strategi Honda BerubahDi tengah ketidakpastian kendaraan hidrogen, Honda justru semakin agresif mengembangkan:- Hybrid e:HEV- Kendaraan listrik baterai (EV)Varian Honda CR-V Hybrid kini menjadi tulang punggung penjualan di banyak negara karena dinilai lebih realistis, efisien, dan didukung infrastruktur yang jauh lebih matang dibanding kendaraan fuel cell.Honda CR-V e:FCEV kini berada di ambang penghentian produksi akibat berhentinya pasokan sistem fuel cell dan minimnya infrastruktur hidrogen. Honda CR-V generasi terbaruMeski teknologi ini menawarkan emisi nyaris nol, tantangan biaya dan ekosistem membuatnya sulit bersaing dengan kendaraan listrik dan hybrid.Ke depan, Honda tampaknya akan lebih fokus pada elektrifikasi yang lebih praktis, sementara CR-V e:FCEV berpotensi menjadi salah satu eksperimen ambisius yang belum menemukan momentum pasar yang tepat.