Ilustrasi tutup tangki bensin mobil Volkswagen, salah satu produsen mobil terbesar di Eropa, mengungkap bahwa masa depan mobil kecil bermesin bensin di benua tersebut semakin suram. Pernyataan ini muncul seiring regulasi emisi yang semakin ketat dan tekanan untuk mencapai target lingkungan yang lebih ambisius. Regulasi Emisi Menjadi Tekanan Utama Logo Volkswagen terbaru Uni Eropa telah menetapkan aturan baru terkait emisi CO₂, termasuk larangan penjualan mobil baru berbahan bakar fosil pada 2035, serta target pengurangan emisi hingga 90% dibandingkan tingkat tahun 2021. Aturan ini membuat pengembangan mobil bensin kecil semakin sulit, karena biaya produksi untuk memenuhi standar emisi terbaru akan sangat tinggi.Dikutip VIVA dari Motor1 Minggu, 21 Desember 2025, Thomas Schäfer, CEO Volkswagen, menekankan bahwa menghadirkan mobil kecil baru dengan mesin bensin yang tetap sesuai regulasi akan membebani biaya produksi, sehingga harga jual menjadi kurang kompetitif dibandingkan alternatif listrik. Fokus Volkswagen Beralih ke Mobil Listrik Volkswagen berencana memfokuskan pengembangan di semua segmen kendaraan, termasuk mobil kecil, pada platform listrik. Model baru seperti ID. Polo elektrik diproyeksikan menjadi pengganti mobil kecil bermesin bensin. Platform modular yang digunakan memungkinkan jangkauan baterai lebih baik dan biaya produksi lebih efisien, sehingga kendaraan listrik bisa dijual dengan harga lebih kompetitif. Selain itu, Volkswagen tengah menyiapkan beberapa model EV baru yang akan tersedia dalam beberapa tahun mendatang untuk memperkuat portofolio kendaraan listriknya di Eropa.Mobil Bensin Lama Masih Akan Dijual SementaraMeski investasi baru untuk mobil bensin kecil tidak lagi diprioritaskan, Volkswagen tetap akan memasarkan model yang saat ini tersedia, seperti Polo generasi sekarang, hingga batas waktu tertentu. Artinya, konsumen masih bisa membeli mobil bensin kecil, namun tidak ada model baru bermesin bensin yang akan diluncurkan.Perubahan Strategi Industri OtomotifKeputusan Volkswagen mencerminkan tren global di industri otomotif, di mana efisiensi bahan bakar dan pengurangan emisi menjadi prioritas utama. Produsen mobil kini lebih fokus pada pengembangan kendaraan listrik sebagai respons terhadap regulasi lingkungan dan persaingan global, termasuk dari produsen mobil listrik asal China yang agresif memperluas pangsa pasar.Selain pengembangan produk, transisi ke EV juga berdampak pada struktur produksi dan biaya operasional, termasuk pengoptimalan pabrik serta efisiensi manufaktur kendaraan listrik. Ilustrasi tutup tangki bensin mobilVolkswagen menegaskan bahwa mobil bensin kecil tidak lagi menjadi fokus pengembangan di Eropa karena tekanan regulasi emisi dan biaya produksi yang tinggi. Meskipun model lama tetap dijual sementara, strategi perusahaan telah beralih ke kendaraan listrik sebagai arah masa depan industri otomotif.