Erupsi gunung berapi yang menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah bisa memberikan dampak bagi kendaraan, termasuk bagian kabin mobil. Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan pemilik kendaraan adalah apakah lebih baik menyalakan AC saat berkendara di tengah kondisi udara yang mengandung abu vulkanik, atau justru mematikannya. Menurut pemilik bengkel spesialis Dokter Mobil di Jakarta, Lung Lung, penggunaan AC tetap lebih disarankan saat mobil melintasi area yang terdampak abu vulkanik. Tetap Nyalakan AC, Tapi Tutup Sirkulasi Udara dari Luar Lung Lung mengatakan, menyalakan AC mobil dapat membantu menjaga udara di dalam kabin tetap lebih bersih, asalkan sistem sirkulasi diatur dengan benar. "Abu vulkanik lebih baik pasang AC, yang penting filter AC-nya diganti setiap bulan, filter AC ya. Dan sirkulasi udara yang dari luar ditutup," kata Lung Lung kepada Kompas.com. Artinya, pemilik mobil disarankan mengaktifkan fitur resirkulasi udara kabin. Dengan mode tersebut, udara yang berada di dalam kabin akan diputar kembali oleh sistem AC tanpa mengambil udara baru dari luar. Cara ini bisa mengurangi masuknya partikel abu vulkanik dari luar kendaraan. Kapan sebaiknya filter udara mobil diganti. Filter AC Wajib Diperhatikan Meski AC tetap dinyalakan, kondisi filter AC perlu menjadi perhatian utama. Filter kabin yang sudah kotor atau penuh dengan endapan abu vulkanik bisa membuat kinerja AC menurun. Selain itu, filter yang tidak diganti dalam waktu lama berpotensi membuat udara di dalam kabin kurang bersih karena kotoran yang menumpuk. Karena itu, pemilik kendaraan yang sering melewati area terdampak abu vulkanik disarankan melakukan pengecekan dan mengganti filter AC secara berkala. Selain menjaga kondisi kabin, langkah tersebut juga dapat membantu menjaga sistem pendinginan mobil tetap bekerja optimal. Hindari Membuka Kaca Mobil Saat Abu Vulkanik Tebal Selain mengatur penggunaan AC, pemilik kendaraan juga disarankan menghindari membuka kaca mobil ketika abu vulkanik sedang cukup pekat. Membuka kaca dapat membuat partikel abu masuk ke dalam kabin dan menempel pada berbagai permukaan, mulai dari dashboard, jok, hingga sistem pendingin udara. Abu vulkanik memiliki sifat abrasif karena mengandung material batuan halus. Jika menumpuk dan dibiarkan terlalu lama, partikel tersebut bisa berpengaruh terhadap beberapa komponen kendaraan. Dengan pengaturan AC yang tepat dan perawatan filter secara rutin, risiko abu vulkanik masuk ke dalam kabin mobil bisa diminimalisir.