Erupsi Anak Gunung Krakatau yang kembali terjadi membuat sejumlah wilayah terdampak abu vulkanik. Material vulkanik yang terbawa angin ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga bisa menempel pada kendaraan yang terparkir di luar ruangan. Bagi pemilik mobil, abu vulkanik bukan sekadar debu biasa yang bisa langsung dibersihkan dengan kain lap. Partikel halus yang terkandung di dalamnya bisa berpotensi merusak lapisan cat kendaraan jika proses pembersihannya dilakukan dengan cara yang kurang tepat. CEO Kabuki Auto Shop Christopher Sebastian mengatakan, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya dampak abu vulkanik terhadap bodi mobil, tetapi juga cara membersihkannya. "Abu vulkanik bisa berdampak ke bodi mobil, dan yang paling perlu diwaspadai justru cara membersihkannya," ujar Christopher kepada Kompas.com, Minggu (6/9/2026). Menurutnya, abu vulkanik dapat mengandung material mineral yang bersifat keras dan abrasif. Jika mobil dalam kondisi penuh abu kemudian langsung dilap menggunakan kain, maka partikel tersebut bisa bergesekan dengan lapisan cat. "Kalau mobil penuh abu lalu langsung dilap dengan kain, partikel tersebut bisa terseret di atas clear coat dan menyebabkan swirl mark atau baret halus," katanya. Ilustrasi mencuci mobil. Ilustrasi lap mobil. Jangan Langsung Dilap Saat Mobil Terkena Abu Vulkanik Christopher mengingatkan pemilik mobil untuk tidak buru-buru membersihkan kendaraan dengan cara mengelap permukaan bodi. Ada beberapa metode yang justru sebaiknya dihindari ketika mobil masih dipenuhi abu vulkanik, seperti menggunakan microfiber kering, kemoceng, atau langsung menggosok bodi dengan spons. "Yang paling penting, jangan langsung dilap," ujar Christopher. Ia juga tidak menyarankan penggunaan waterless wash ketika permukaan mobil masih tertutup abu vulkanik. Sebab, proses mengusap permukaan berisiko menyeret partikel keras di atas cat. Selain itu, penyemprotan air bertekanan tinggi dari jarak terlalu dekat juga sebaiknya dihindari karena bisa membuat partikel abu bergerak dengan tekanan tinggi dan berpotensi menggesek permukaan bodi. Bilas Dulu Sebelum Dicuci dengan Shampoo Menurut Christopher, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghilangkan sebanyak mungkin abu dari permukaan mobil menggunakan air. Jika memungkinkan, maka pemilik mobil sebaiknya menunggu sampai abu vulkanik berhenti turun agar proses pembersihan tidak dilakukan berulang kali. "Jangan mencuci mobil ketika abu masih terus turun. Kalau dicuci sekarang lalu satu jam kemudian turun abu lagi, Anda akan mengulang proses," kata dia. Saat membilas, gunakan aliran air yang lebar atau flood, bukan semprotan air dengan tekanan kecil tetapi sangat tajam.