Membersihkan mobil setelah terkena abu vulkanik tidak cukup hanya dengan menghilangkan kotoran yang terlihat. Partikel abu vulkanik yang menempel di bodi dapat bergesekan dengan lapisan cat saat proses pembersihan. Akibatnya, permukaan cat berpotensi mengalami swirl mark atau baret halus. Karena itu, jika mobil terkena abu vulkanik dalam jumlah cukup banyak, pemilik kendaraan disarankan melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah proses pencucian. CEO TOPCOAT Indonesia Christopher Sebastian mengatakan, mobil yang terpapar abu vulkanik cukup banyak sebaiknya tidak berhenti pada tahap mencuci bodi. "Menurut saya, kalau mobil terkena abu vulkanik cukup banyak, sangat disarankan jangan berhenti hanya dicuci biasa," katanya kepada Kompas.com, Senin (7/9/2026). Penampakan hujan abu di Bondowo usai erupsi Gunung Raung, Selasa (24/12/2024) pagi. "Setelah abu dibersihkan dengan benar, mobil sebaiknya diperiksa kondisi permukaan catnya. Jadi bisa dibawa ke bengkel salon mobil," ujarnya. Pemeriksaan tersebut penting untuk melihat apakah permukaan cat mengalami baret halus atau perubahan kilap setelah terkena abu. Coating Setelah mobil dibersihkan, pemilik bisa mempertimbangkan aplikasi coating pada bodi. Namun, coating tak menjamin cat mobil sepenuhnya aman dari abu vulkanik. Christopher menegaskan, coating tidak membuat kendaraan kebal terhadap abu vulkanik ataupun menjamin permukaan cat bebas baret. "Namun penting diluruskan, coating bukan berarti membuat mobil kebal terhadap abu vulkanik atau mencegah baret 100 persen," katanya. Ilustrasi coating mobil. "Fungsi coating adalah memberikan lapisan perlindungan tambahan pada permukaan cat sehingga permukaan lebih mudah dirawat dan kontaminan lebih mudah dibersihkan," ujarnya. Dengan adanya lapisan tambahan tersebut, kotoran dan kontaminan diharapkan lebih mudah dibersihkan sehingga perawatan kendaraan menjadi lebih praktis. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi permukaan cat sebelum melakukan coating. Jika setelah dibersihkan ternyata terdapat swirl mark atau baret halus, kondisi tersebut sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu. "Karena kalau setelah dibersihkan ternyata sudah muncul swirl atau baret halus, permukaan sebaiknya dikoreksi terlebih dahulu sebelum coating," katanya. Proses koreksi tersebut bertujuan memperbaiki kondisi permukaan cat sebelum mendapatkan lapisan perlindungan tambahan. Suasana di lokasi pencucian kendaraan KCM Steam di Jalan Kemanggian Raya, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (7/9/2026). Bersih Menurut Christopher, perawatan setelah terkena abu vulkanik pada akhirnya bukan hanya bertujuan membuat mobil kembali bersih. Permukaan cat juga perlu dipastikan berada dalam kondisi baik sebelum diberikan perlindungan tambahan. "Dengan begitu, hasil akhirnya bukan hanya bersih, tetapi juga cat kembali glossy, mendapat perlindungan tambahan, lebih mudah dibersihkan dan lebih mudah dirawat setelah terkena debu/kotoran berikutnya," ujarnya. Artinya, setelah mobil terkena abu vulkanik, pemilik sebaiknya tidak terburu-buru menganggap pekerjaan selesai setelah pencucian.