Erupsi Anak Gunung Krakatau yang terjadi belakangan ini membuat sejumlah wilayah terdampak sebaran abu vulkanik. Material vulkanik yang terbawa angin ini bisa menempel di berbagai permukaan, termasuk kendaraan yang terparkir di luar ruangan. Bagi pemilik mobil, abu vulkanik tidak bisa dianggap sekadar debu biasa. Partikel halus yang menempel pada kendaraan berpotensi masuk ke beberapa komponen, terutama bagian yang berhubungan dengan sistem udara. Pemilik bengkel AD Oya, Widodo mengatakan, salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian adalah filter udara mesin. "Filter udara yang utama harus sering kontrol," ujar Widodo kepada Kompas.com, Minggu (6/9/2026). Menurut dia, abu vulkanik yang masuk ke filter udara bisa mengganggu suplai udara menuju ruang pembakaran. Jika kondisi filter sudah terlalu kotor, maka performa mesin bisa ikut terdampak. "Kalau sudah masuk ke filternya, tenaganya berat. Lebih signifikannya dicek emisi sudah gak beraturan karena udara yang diperlukan tidak sesuai dengan kebutuhan dan kotor udaranya. Berpengaruh dengan emisi," kata Widodo. Filter udara pada mobil. Abu Vulkanik Bisa Menumpuk di Radiator dan Kondensor AC Selain filter udara, pemilik mobil juga perlu memperhatikan bagian depan kendaraan, terutama kisi-kisi radiator dan kondensor AC. Widodo menjelaskan, partikel abu vulkanik bisa menempel di sela-sela kisi komponen tersebut. Jika dibiarkan menumpuk, maka aliran udara yang dibutuhkan untuk proses pendinginan bisa terganggu. "Yang kedua yang diperhatikan kondensor AC dan radiator. Kalau bisa disarankan untuk disemprot, karena di kisi-kisi radiator itu bisa nempel. Bisa berdampak ke temperatur panas mesin," ucapnya. Karena saat ini kondisi cuaca masih cenderung panas dan kering, abu vulkanik yang menempel relatif lebih mudah dibersihkan. Pemilik kendaraan cukup melakukan penyemprotan menggunakan air bertekanan saat mencuci mobil. "Musim panas masih gampang diatasi. Kalau musim hujan itu lembap, ada debu, agak lengket," ujar Widodo. Jangan Tunggu Lama, Mobil yang Terpapar Abu Sebaiknya Dibersihkan Widodo menyarankan pemilik kendaraan untuk melihat kondisi visual mobil. Jika kendaraan berada di area yang terdampak abu vulkanik selama beberapa hari, maka sebaiknya segera dibersihkan. "Ketika memang dalam berhari-hari di lingkungan itu, gak ada salahnya mungkin seminggu sekali dicuci steam. Setidaknya bukan masalah itu aja, di bodi dan kaca juga semua nempel kalau lagi steam," katanya. Meski begitu, Widodo menegaskan abu vulkanik tidak akan masuk ke dalam oli mesin. Dampak utamanya lebih berkaitan dengan sistem pemasukan udara dan pendinginan kendaraan. "Dampaknya hanya masuk ke pembakaran, tidak masuk ke oli," jelasnya. Angkat wiper kaca mobil