Panasnya cuaca yang terjadi akhir-akhir ini membuat penggunaan air conditioner (AC) pada kendaraan lebih besar dari biasanya. Tanpa disadari, kondisi tersebut dapat membuat kerja sistem pendingin juga meningkat. Karena itu, pemilik mobil perlu memastikan kondisi sistem AC pada kendaraan tetap terawat. Pasalnya, untuk mendapatkan pendinginan yang optimal di ruang kabin, sirkulasi udara yang bersih punya peran penting. Dalam hal ini tentunya berkaitan dengan filter AC. Menurut Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), filter AC berguna untuk menyaring partikel debu dari luar sebelum udara masuk ke kisi-kisi evaporator. Karena itu, pengecekan untuk memastikan kondisi filter AC menjadi hal yang sangat esensial. Filter AC Mobil "Langkah ini tidak hanya menjaga performa pendinginan secara teknis, tetapi juga memastikan sirkulasi udara tetap sehat bagi penumpang," ucap Hariadi beberapa waktu lalu dalam keterangan resminya. Hariadi mengingatkan, pada kondisi cuaca yang kering dan berdebu, kinerja AC sangat bergantung pada filter AC. Karena itu, agar suhu udara di dalam kabin mobil tetap nyaman, ada baiknya melakukan pengecekan. Tak hanya itu, dengan adanya penyaringan melalui filter AC, otomatis juga ikut menjaga kemurnian udara sebelum masuk ke sistem pendingin sehingga ikut berperan pada sisi kesehatan. Ilustrasi cek kinerja AC mobil bekas. Perlu diketahui, penyaringan partikel sejak dini membantu menekan risiko penumpukan kotoran pada unit pendingin yang ada di dalam dasbor. Untuk menunjang fungsi krusial tersebut, filter AC memiliki kemampuan menangkap berbagai partikel sesuai spesifikasi materialnya, seperti: Filter AC Mobil Material kertas/serat non-woven: Jenis standar yang efektif menyaring partikel debu besar, serbuk sari, dan kotoran jalanan. Karbon aktif (arang aktif): Material premium dengan kemampuan menyaring partikel fisik sekaligus menyerap bau tidak sedap dan gas polutan dari luar kendaraan. Material elektrostatik: Menggunakan muatan listrik statis untuk menarik partikel lebih halus agar tidak lolos ke dalam sistem sirkulasi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang