Mengisi daya (charging) baterai merupakan salah satu rutinitas harian yang paling sering dilakukan oleh pemilik motor listrik. Meski terlihat sederhana, proses mengecas baterai kendaraan listrik (EV) sebenarnya tidak boleh dilakukan secara asal-asalan demi menjaga usia pakai komponen penyimpan daya tersebut. Salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan pemilik adalah langsung mencolokkan kabel charger ke motor sesampainya di rumah. Padahal, baterai yang baru saja digunakan berkendara masih berada dalam kondisi panas akibat proses pengeluaran arus (discharge). Indikator pada baterai motor listrik Lantas, berapa lama waktu tunggu yang ideal agar motor listrik benar-benar siap dan aman untuk dicas? Hernest, Owner dari Bogor Battery Electric Motion (BEMo), bengkel spesialis baterai kendaraan listrik di Semplak, Bogor, menjelaskan bahwa pemilik kendaraan setidaknya harus memberikan jeda waktu sekitar 30 menit. "Tips dari saya adalah ketika kendaraan habis dipergunakan, diamkan dulu selama setengah jam sampai kendaraan itu dingin, baru kita lakukan proses charging," ujar Hernest kepada Kompas.com belum lama ini. Waktu tunggu selama setengah jam ini dinilai krusial agar suhu internal sel baterai kembali turun ke batas normal. Mengisi daya pada saat baterai masih panas akibat bekerja keras di jalan hanya akan memperpendek umur efisiensi baterai dalam jangka panjang. Jeda 10 Detik untuk Perangkat Charger Selain waktu tunggu bagi kendaraan untuk mendingin, Hernest juga membagikan tips mengenai adanya aturan waktu tunggu kedua yang wajib diterapkan pada perangkat pengisi daya itu sendiri. Saat akan mulai mengecas, urutan yang benar adalah mencolokkan adaptor charger ke stopkontak listrik rumah terlebih dahulu, bukan langsung ke motor. Setelah adaptor terhubung dengan listrik rumah, pemilik juga disarankan jangan terburu-buru menyambungkannya ke kendaraan. "Diamkan 10 detik, baru colokkan ke dalam kendaraan yang sudah dalam keadaan dingin," lanjut Hernest. Ilustrasi mengecas motor listrik di SPKLU Durasi jeda selama 10 detik ini berfungsi sebagai waktu pemanasan (warming up) bagi sirkuit dan komponen penahan arus di dalam adaptor charger sebelum menerima beban pengisian dari baterai kendaraan. "Pengaruhnya memang tidak sampai membuat meledak, tapi ke umur pemakaian baterai. Menggunakan kendaraan EV itu sangat menyenangkan, tapi harus dirawat dengan benar dan tahu caranya sehingga kita bisa merawat kendaraan itu dengan lebih lama," kata Hernest. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang