JAKARTA, KOMPAS.com - Kelakuan pengendara, baik mobil maupun motor, yang merokok sambil berkendara memang menjengkelkan pengguna jalan lain. Selain itu, jelas ada aturannya bahwa saat berkendara harus dengan konsentrasi penuh. Artinya, merokok sambil berkendara sebenarnya melanggar aturan karena mengurangi konsentrasi. Ilustrasi merokok sambil berkendara Sebagai pengguna jalan lain, sebenarnya boleh saja untuk menegur. Tetapi, harus paham kondisi karena kalau salah, malah bisa menciptakan konflik yang sebenarnya tidak perlu. Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, menjelaskan bahwa niat untuk menegur memang tujuannya baik. Namun, jika dilakukan saat sama-sama sedang berkendara, tetap berisiko. "Saat berkendara, harus defensif. Prinsipnya, hindari konflik, fokus pada keselamatan diri, dan tidak mengambil tindakan yang berpotensi memicu reaksi tidak terduga dari pengendara lain," kata Agus kepada Kompas.com, Jumat (2/1/2026). Agus mengatakan, mengingatkan pengendara lain di jalan kemungkinan bisa memecah konsentrasi, membuat kaget, bahkan memicu emosi. Semuanya berlawanan dengan defensive riding yang mengutamakan antisipasi dan jaga jarak aman. "Kalau memang ingin menegur, sebaiknya dilakukan saat kondisi sudah aman. Misalnya, saat berhenti di lampu merah atau setelah sama-sama menepi," kata Agus. Harus diingat, saat berkendara yang utama adalah mencari aman untuk diri sendiri. Keselamatan menjadi prioritas di jalan, jangan sampai niat baik malah menciptakan risiko baru di jalan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang