– Meski semestinya menjadi momen untuk saling membantu, kecelakaan lalu lintas terkadang justru dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil barang milik korban. Pendiri sekaligus Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, bahkan, bukan hanya barang berharga, komponen kendaraan juga kerap hilang. "Saya juga pernah mengalaminya, mungkin sekitar 30 tahun yang lalu. Adik saya hampir tewas karena kecelakaan. Waktu itu, tidak ada yang mau menolong," kata Jusri kepada Kompas.com, pekan lalu. "Akhirnya dia ditolong oleh sopir truk. Mobilnya masuk jurang. Kejadiannya di Banyuwangi, pokoknya di daerah sana," katanya. Kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit Mitsubishi dump truck tronton dan mobil box ekspedisi J&T terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Jorong Sungai Baye, Nagari Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (18/7/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. "Setelah adik saya selamat, kami kan belum tahu kondisi mobilnya karena masuk ke jurang. Kemudian kami datang ke lokasi kejadian. Di sana ada saksi, yaitu kernet yang masih hidup, sopir truk, dan beberapa orang lainnya," ujarnya. Namun, yang membuat Jusri merasa miris bukan hanya kecelakaannya, melainkan kondisi kendaraan setelah proses evakuasi dilakukan. "Terus kemudian, bukan cuma barang-barang. Asal tahu saja, ban serep mobil juga disikat. Dompet korban juga hilang, semuanya hilang," ujarnya. Bukan Sekali Menurut Jusri, kejadian semacam itu bukanlah kasus yang berdiri sendiri. "Kejadian seperti itu sudah sering terjadi, dan bukan hanya satu kali," ujarnya. Sebuah mobil truk yang mengangkut pasir terbalik di tanjakan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, Selasa (4/6/2024) Ia bahkan mengaku pernah menjadi konsultan bagi sebuah perusahaan ekspedisi yang truknya mengalami kecelakaan. Dalam peristiwa tersebut, muatan justru dijarah oleh warga yang datang ke lokasi. "Habis semua padahal saat itu ada korban. Tapi tetap barang-barang diambil," kata Jusri. Gambaran Masyarakat Menurut Jusri, peristiwa-peristiwa tersebut menjadi gambaran bahwa dalam situasi darurat masih ada sebagian orang yang justru memanfaatkan kondisi korban untuk mengambil barang-barang miliknya. Padahal, pada saat seperti itu, prioritas utama seharusnya adalah menyelamatkan korban dan mengamankan lokasi kecelakaan. Ilustrasi kecelakaan motor. Selain menimbulkan kerugian materi, tindakan mengambil barang milik korban juga dapat menghambat proses penanganan kecelakaan. Barang-barang yang hilang bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat berupa identitas diri maupun barang pribadi yang dibutuhkan korban setelah mendapat pertolongan. Karena itu, Jusri mengingatkan pentingnya membangun kembali budaya saling membantu di jalan raya. Masyarakat diharapkan mengutamakan keselamatan korban, segera menghubungi petugas berwenang, serta tidak mengambil barang apa pun yang bukan menjadi haknya.