Memiliki mobil sport atau kendaraan ikonik seperti Porsche 911 klasik, Ford Mustang, Mini klasik, hingga Toyota AE86 kerap menjadi impian banyak pencinta otomotif. Namun di Indonesia, populasi unit orisinalnya sangat terbatas dan harganya bisa menembus miliaran rupiah. Belum lagi adanya regulasi larangan impor mobil bekas utuh yang makin menyulitkan proses kepemilikan. Sebagai jalan keluar, membangun mobil replika (re-create) menjadi alternatif realistis bagi mereka yang ingin merealisasikan mobil idaman. Lantas, siapa sebenarnya konsumen yang membeli mobil-mobil replika ini dan seperti apa selera pasarnya? Mengobati Impian Yogie Ramadhan, Pemilik Autologi Autoworks & Car Studio di Bogor, menjelaskan bahwa konsumen yang datang ke bengkelnya umumnya adalah pencinta otomotif yang rasional dan ingin mewujudkan impian lama. "Yang datang ke saya ini punya impian, 'Mas, saya dari dulu ngidam pengin punya Porsche, tapi Porsche-nya makin mahal hari-hari.' Ya sekarang realistis saja, kalau punya duit beli yang asli. Tapi kita kan punya impian yang pengin diobati," ujar Yogie kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2026). Autologi Autoworks & Car Studio, membuat replika mobil klasik Yogie menegaskan, pasar mobil replika sama sekali tidak berbenturan dengan segmen kolektor mobil klasik orisinal. Pasalnya, kolektor sejati selalu mengejar nilai sejarah dan orisinalitas unit, apa pun kondisi mobil tersebut. "Kolektor itu mau sebagus apa mobil replika, dia tetap ingin yang orinya. Yang datang ke kita ini rata-rata menjadikan mobil replika sebagai mobil sekunder. Biasanya mereka sudah punya dua atau tiga mobil harian," kata Yogie. Dari segi harga, selisihnya pun sangat signifikan. Jika Porsche orisinal bisa menyentuh angka Rp 5 miliar, mobil replika buatannya berada di kisaran Rp 250 juta hingga Rp 300 jutaan. Autologi Autoworks & Car Studio, industri kreatif yang membuat replika mobil klasik Selera Kustom vs 'Template' Initial D Mengenai selera pasar, Yogie mengungkapkan bahwa proses pengerjaan di Autologi dilakukan secara by order atau penyesuaian khusus (personalized) sesuai keinginan konsumen. Karena itu, pihaknya tidak pernah menyetok unit jadi. "Setiap orang punya taste beda-beda. Kalau kayak Porsche atau Mini, hampir enggak ada yang sama. Warnanya beda, pelek beda, interior beda, sampai mobil donornya beda. Jadi pengerjaannya diskusi dulu, bikin skema RAB, baru kontrak," kata Yogie. Namun, fenomena berbeda terjadi pada pemesanan Toyota AE86. Mayoritas konsumen yang memesan model ini memiliki selera yang seragam karena berkiblat pada anime legendaris Initial D. Foto Toyota AE86 Trueno yang akan dilelang pemerintah. "Kecuali AE86 ya, kalau ini template semuanya. Pasti gayanya ngikutin yang di film Initial D, mobilnya Fujiwara Takumi. Dari sembilan unit yang saya bikin, cuma dua yang warnanya merah, sisanya sama semua," kelakarnya. Lebih Praktis dan Ramah untuk Jalanan Indonesia Selain faktor harga, alasan utama orang memilih mobil replika adalah faktor kepraktisan dan kemudahan perawatan. Menurut Yogie, mengendarai supercar atau mobil sport klasik orisinal di Indonesia sejatinya kurang nyaman karena perbedaan iklim dan karakter jalanan. "Mobil tua seperti Porsche klasik itu kan air-cooled ya, belum pakai radiator. Untuk dipakai di jalan raya Indonesia dengan iklim tropis, itu sangat tidak cocok dan rawan mogok. Maintenance-nya pun mahal sekali," kata Yogie. Autologi Autoworks & Car Studio, industri kreatif yang membuat replika mobil klasik Dengan mengandalkan basis mobil donor harian yang sudah disesuaikan, mobil replika memberikan tampilan eksterior idaman tanpa menyiksa pemiliknya saat berkendara. "Sering orang tanya, 'Mas, rasa berkendaranya seperti Porsche enggak?' Saya bilang tidak. Kalau mau rasa Porsche asli, ya beli yang ori. Tapi kalau replika, kita dapatnya, rasa berkendara dan perawatannya seperti mobil donornya," ucap Yogie. Kehadiran mobil replika pada akhirnya menjadi angin segar bagi para penggemar otomotif di tanah air. Tanpa harus melanggar hukum dengan mengimpor unit ilegal atau menguras kantong hingga miliaran rupiah, pencinta mobil klasik tetap bisa menikmati siluet dan estetika kendaraan impian mereka dengan rasa tenang dan biaya perawatan yang jauh lebih bersahabat.