Mobil mogok saat melintas di jalan tol bisa menjadi situasi yang membuat pemilik kendaraan panik. Setelah kendaraan berhasil dievakuasi menggunakan jasa derek, persoalan berikutnya yang harus dihadapi adalah menentukan bengkel untuk melakukan perbaikan. Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif UMKM Indonesia (PBOIN) Hermas Efendi Prabowo mengatakan, pengendara yang mengalami masalah di jalan tol umumnya akan menggunakan layanan derek yang telah disediakan pengelola. "Kadang seringkali agak susah kalau kita menemukan atau mencari towing di luar yang sudah disediakan oleh pengelola jalan tol. Nah, ketika mogok di tol, tentu yang pertama harus dilakukan kalau misalnya sampai di towing, mencari bengkel mandiri, bengkel independen atau non resmi," ujar Hermas, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Jangan Asal Pilih Bengkel Menurut Hermas, setelah kendaraan keluar dari jalan tol, pemilik mobil harus lebih cermat dalam menentukan bengkel tujuan. Perbaikan kaki-kaki mobil di bengkel mobil Rachmad. Salah satu hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah kompetensi bengkel dalam menangani kerusakan yang dialami kendaraan. Pemilik mobil, kata dia, perlu mengetahui apakah bengkel tersebut memang memiliki kemampuan yang sesuai dengan masalah pada kendaraannya. "Kompetensi ini penting karena dengan kompetensi yang baik itu memungkinkan penanganan mobil lebih efektif dengan biaya yang juga terukur dan tidak buang-buang waktu atau pun buang-buang biaya," kata Hermas. Menurut dia, memilih bengkel memang tidak selalu mudah. Saat ini, konsumen memiliki banyak pilihan informasi, mulai dari media sosial, mesin pencarian, hingga rekomendasi teman, keluarga, dan komunitas. "Memang agak menjadi dilematis ketika kita akan menentukan beberapa pilihan bengkel yang tersedia, yang umumnya kita bisa akses atau kita dapatkan dari media sosial atau dari Google, atau pun dari kenalan teman atau saudara atau komunitas," ujarnya. Bengkel Mobil Plus di Pasar Minggu Perhatikan Spesialisasi Bengkel Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk memilih bengkel adalah melihat bidang spesialisasinya. Hermas menilai, bengkel yang memiliki pengalaman menangani jenis kerusakan tertentu berpotensi memiliki kemampuan lebih baik dibandingkan bengkel yang tidak fokus pada bidang tersebut. "Tetapim sebetulnya ada beberapa indikator atau parameter yang bisa digunakan. Pertama, yang bisa kita lihat apakah misalnya bengkel tersebut punya spesialisasi atau dia spesialisasi di bidang tertentu atau kategorinya umum," kata Hermas. Ia mencontohkan, kendaraan yang mengalami masalah pada mesin, termasuk overheat, sebaiknya ditangani oleh bengkel yang memang terbiasa mengerjakan persoalan serupa. Kondisi antrean mobil yang akan melakukan servis di bengkel Iwan Motor Solo "Misalnya, ada masalah berkaitan dengan mesin, seperti overheat. Tentu bengkel yang terbiasa menangani mesin itu akan punya kompetensi yang baik," ujar Hermas. Karena itu, pemilik kendaraan tidak cukup hanya mencari bengkel yang lokasinya paling dekat dari titik kendaraan diderek.