Tidak semua oli mesin mobil memiliki masa pakai yang sama. Setiap produk memiliki interval penggantian yang berbeda, bergantung pada kualitas dan formulasi yang digunakan. Perbedaan masa pakai tersebut bukan sekadar strategi pemasaran. Ketahanan oli dipengaruhi oleh kualitas bahan dasar (base oil) serta teknologi aditif yang digunakan, sehingga kemampuan melindungi komponen mesin juga dapat berbeda. Lantas, apa yang membuat oli dengan masa pakai lebih panjang memiliki ketahanan yang lebih baik? Pelumas kendaraan Iwan, pemilik bengkel mobil Iwan Motor Solo yang juga merupakan bengkel resmi Shell, mengatakan, di pasaran tersedia oli dengan masa pakai berbeda, mulai dari 5.000 km hingga 10.000 km. “Ketahanan oli cenderung mengikat pada kualitasnya, ada aditif khusus yang membuat oli mampu melumasi komponen mesin dengan optimal dalam durasi lebih panjang,” ucap Iwan kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Iwan, semakin tinggi kualitas oli, semakin baik pula kemampuannya dalam melindungi komponen mesin, memberikan pelumasan, membantu proses pendinginan, serta mempertahankan performanya dalam jangka waktu lebih lama. “Seperti yang diketahui, semakin lama oli mesin digunakan, maka kualitasnya akan menurun akibat kontaminan, sifat asam dari sisa pembakaran, dan panas. Beberapa oli dengan kualitas tinggi didesain bisa lebih tahan lama,” ucap Iwan. Iwan menjelaskan, perbedaan kualitas oli tersebut dihadirkan untuk memberikan pilihan kepada konsumen agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan penggunaan dan anggaran yang dimiliki. “Bukan berarti oli yang lebih murah itu jelek ya, sudah bagus, tapi yang lebih bagus dan tahan lama juga ada. Ini menjadi selera konsumen, yang terpenting jangan telat ganti oli,” ucap Iwan. Jadi, oli berkualitas lebih tinggi memang dapat menawarkan masa pakai yang lebih panjang. Namun, penggantian tetap harus dilakukan sesuai rekomendasi agar perlindungan terhadap mesin tetap optimal.