Mengisi ban mobil dengan nitrogen kerap dianggap lebih baik dibandingkan angin biasa. Banyak pengendara percaya nitrogen bisa membuat tekanan ban lebih stabil hingga memperpanjang usia pakai ban. Anggapan tersebut membuat tidak sedikit pemilik mobil rela mengeluarkan biaya tambahan untuk mengisi ban dengan nitrogen. Lantas, benarkah penggunaan nitrogen bisa membuat ban mobil menjadi lebih awet dibandingkan angin biasa? Mesin generator untuk memproduksi nitrogen di salah satu outlet penjualan ban yang melayani pengisian ban dengan nitrogen di Depok, Kamis (8/2/2018). Fachrul Rozi, Product Marketing Manager Michelin Indonesia mengatakan, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa penggunaan nitrogen membuat ban jauh lebih awet. “Tidak ada studi yang menunjukkan penggunaan Nitrogen membuat ban menjadi jauh lebih awet, perlu diketahui bahwa pada angin biasa sudah terdapat sekitar 78 persen Nitrogen,” kata Fachrul kepada Kompas.com, Senin (14/4/2026). Ia menjelaskan, hal terpenting saat pengisian angin ban adalah memastikan udara yang masuk tidak mengandung air. Kandungan air dalam angin dapat memengaruhi kestabilan tekanan dan berpotensi menurunkan performa ban. “Angin biasa sudah sangat cukup untuk kebutuhan sehari hari, kenapa harus membayar extra untuk benefit yang tidak seberapa,” katanya. Jadi, baik nitrogen maupun angin biasa tetap bisa digunakan selama tekanan ban dijaga sesuai rekomendasi pabrikan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang