SOLO, KOMPAS.com - Banyak orang beranggapan bahwa kode produksi pada ban berkaitan dengan penurunan kualitas. Pandangan ini kerap diperkuat oleh praktik beberapa toko ban yang menawarkan diskon pada ban dengan tahun produksi lama. Namun, pertanyaannya adalah, apakah benar ban yang sudah berumur otomatis kualitasnya menurun, ataukah anggapan tersebut hanya mitos belaka? Andy Setiawan, pemilik bengkel Spesialis Kaki-kaki, Setiawan Spooring Yogyakarta mengatakan ban tak memiliki masa kedaluwarsa, sehingga tak mengalami penurunan kualitas seiring bertambahnya usia secara otomatis. “Pabrikan tak pernah bilang ban ada masa kedaluwarsanya, tapi penyimpanan yang buruk akan mempengaruhi kualitasnya," ucap Andy kepada KOMPAS.com, Rabu (28/1/2026). Ban tak akan mengalami degradasi kualitas selama proses penyimpanan di toko baik. Sehingga fisik ban masih utuh dan mampu bekerja sesuai fungsinya. Ilustrasi cek kondisi ban mobil Ban tahun produksi lama bisa saja dijual dengan harga lebih murah, namun itu tak berkaitan dengan kualitas ban dan kelayakannya. Faktanya, kode produksi ban tidak ada hubungan dengan kualitas ban. Kode tersebut hanya untuk keperluan identifikasi di pabrik, ketika dibutuhkan. "Kode produksi hanya untuk mengidentifikasi ban tersebut masuk batch pembuatan minggu dan tahun ke berapa, tak ada kaitannya dengan waktu kedaluwarsa," ucap Andy. Ilustrasi ban mobil bekas. Selama ban disimpan dengan baik di gudang, maka kualitas ban akan tetap terjaga sehingga bisa dikatakan aman digunakan, tanpa mengurangi faktor keamanan secara fungsi. Seperti yang diketahui, ban memiliki fungsi krusial, mengingat tumpuan beban kendaraan ditopang oleh ban secara langsung. Fisa Rizqiano, Head of Original Equipment (OE) Sales PT Bridgestone Tire Indonesia mengatakan fungsi kode produksi di pabrik lebih kepada keperluan tracing. GR86 Cup Malaysia Series yang mengandalkan ban Bridgestone Potenza RE-71RS “Kode produksi dibuat untuk memudahkan melakukan penelusuran, misalkan setelah diproduksi, terjadi sesuatu pada ban tersebut, maka kami jadi lebih mudah mengetahui kapan waktu produksinya, dan kenapa, apakah ada masalah pada material dan sebagainya,” ucap Fisa kepada KOMPAS.com, Rabu (28/1/2026). Meski demikian, secara tak langsung ban yang sudah tua dari segi waktu, akan mengalami degradasi kualitas, namun bukan kedaluwarsa dan dinyatakan ban tersebut tak layak pakai. “Penurunan kualitas ada seiring waktu bergulir, namun tidak signifikan, kecuali ban tersebut sudah dipakai, faktor penyimpanan juga menentukan apakah ban tua tersebut akan mengalami perubahan,” ucap Fisa. Ilustrasi ban Bridgestone Ban yang disimpan di tempat-tempat yang udaranya mengandung kontaminan zat kimia, bisa saja mempercepat degradasi. Bahan karet menjadi teroksidasi, membuatnya muncul retak rambut di permukaan. “Dari segi kenyamanan akan agak berkurang, khususnya dari sisi peredaman, namun bila kondisinya masih bagus secara fisik, ban tetap aman digunakan,” ucap Fisa. Jadi, dalam memilih ban yang terpenting adalah memperhatikan kualitas ban secara langsung dan memilih toko ban yang terpercaya, tidak hanya berpatok pada usia ban saja. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang