Impor truk dan mobil pikap asal India untuk sarana operasional Koperasi Desa Merah Putih terus menjadi pemberitaan media nasional pekan ini. Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara akan membawa kendaraan niaga dari Tata Motors dan Mahindra & Mahindra Ltd. Meski telah ada industri mobil nasional namun pemerintah memilih memasok kebutuhan koperasi desa lewat impor. Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin mengatakan, pihaknya sebenarnya sanggup untuk mendukung kebutuhan PT Agrinas jika segmen tersebut adalah Pikap 4x2. "Pada prinsipnya, kami siap mendukung kebutuhan PT Agrinas dan Koperasi Merah Putih untuk unit pikap 4x2. Mengingat fasilitas pabrik kami mampu memproduksi hingga 25.000 unit per tahun, keberadaan pabrik DFSK di Indonesia menjamin komitmen ketersediaan layanan purna jual jangka panjang dibandingkan dengan unit impor. Selain itu, jaringan diler 3S kami telah tersebar di seluruh Indonesia," kata Cing Hok Rifin kepada Kompas.com, Kamis (26/2/2026). Sebagai informasi Super Cab hingga saat merupakan pikap andalan DFSK yang diproduksi secara lokal oleh PT Sokonindo Automobil. Pabrik DFSK berlokasi di Cikande, Serang, Banten. Biaya perawatan DFSK Super Cab cuma Rp 6.859 per hari DFSK memasarkan Super Cab di Indonesia pertama kali pada 2017. Secara spesifikasi, Super Cab merupakan pikap dengan mesin 1.500cc dengan bak yang lega di kelasnya. Dimensi baknya, memiliki panjang 2.470 mm, lebar 1.670 mm, dan tinggi bak 340 mm. Cing Hok Rifin juga menyebutkan, nilai TKDN Super Cab saat ini kurang lebih 30 persen. Hingga saat ini, DFSK telah menjual lebih dari 15.000 unit di Indonesia dan juga melakukan ekspor ke Asia Tenggara. "Saat ini nilainya kurang lebih 30 persen. Kami akan terus meningkatkan angka tersebut melalui kerja sama dengan pemasok suku cadang lokal di Indonesia," katanya. Terkait ekosistem kendaraan niaga di Indonesia, Cing Hok Rifin juga berharap pemerintah mengutamakan produk dalam negeri dalam penyerapan APBN. "Hal ini penting untuk menunjang perputaran ekonomi nasional, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja di sektor otomotif dan industri suku cadang lokal," katanya. Sementara itu, untuk menjaga pangsa pasar tahun ini DFSK akan tetap fokus pada penjualan retail secara langsung melalui diler-diler yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang