PT Agrinas Pangan Nusantara resmi mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih dengan nilai kontrak mencapai Rp 24,66 triliun. Pengadaan ini melibatkan dua produsen besar, yakni Mahindra dan Tata Motors. Dari total tersebut, sebanyak 35.000 unit merupakan Scorpio Pick Up dari Mahindra. Sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors yang terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck. Ribuan unit pikap Mahindra buat Koperasi Merah Putih tiba di Tanjung Priok. Sebagai tahap awal realisasi kontrak jumbo tersebut, sebanyak 1.000 unit pikap dilaporkan sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan siap memasuki proses distribusi ke berbagai daerah. Kedatangan unit perdana ini menandai dimulainya implementasi proyek pengadaan kendaraan niaga skala besar yang digadang-gadang menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan harga pikap yang didapat dari impor India tersebut sangat kompetitif. PT Agrinas Pangan Nusantara resmi mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih dengan nilai kontrak mencapai Rp 24,66 triliun. Namun ia enggan menyebut detail lantaran terikat NDA (Non Disclosure Agreement) dengan pihak pabrikan. Meski begitu, ia sempat menyebut banderolnya berada di bawah rata-rata harga pikap merek Jepang yang sudah diproduksi di dalam negeri. Diperkirakan, harga yang diterima Agrinas berada di kisaran Rp 200 jutaan per unit. "(Harga) semua sudah urusan mereka, sudah termasuk pajak semua. Pokoknya prinsip saya, harga yang disepakati adalah harga terima (di seluruh Indonesia, termasuk) di Papua, tidak ada penambahan satu sen pun,” kata Joao, dalam konferensi pers di Jakarta (24/2/2026). Tata Ultra T.7 Light Truck "Iya, saya terima di seluruh Indonesia dengan harga itu. Statusnya sudah On the Road dan On the Place. Itulah hebatnya hasil negosiasi kita,” ujar dia. Dengan skema pembelian dalam jumlah besar dan negosiasi langsung dengan prinsipal, perusahaan pelat merah ini bahkan diklaim mampu menghemat hingga Rp 46 triliun dibandingkan skema pengadaan dengan harga pasar umum. Unit yang didatangkan bukan versi standar paling dasar, melainkan pikap berpenggerak 4x4 yang dirancang untuk kebutuhan medan berat. Tata Yodha 2.0 pikap Secara umum, spesifikasi pikap 4x4 yang didapat mencakup mesin diesel bertenaga dengan torsi besar untuk angkutan logistik, sistem penggerak empat roda (4WD) dengan transfer case untuk mode high dan low. Di samping itu, pikap ini punya ground clearance tinggi, sasis ladder frame yang kokoh, serta bak angkut luas yang dirancang untuk beban berat. Konfigurasi ini dinilai penting untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih di wilayah dengan infrastruktur terbatas, termasuk area pegunungan, perkebunan, hingga distribusi antardesa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang