PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, memastikan kesiapannya dalam menyuplai ribuan unit truk untuk proyek strategis nasional. Langkah ini diambil menyusul keterlibatan Fuso dalam pengadaan unit untuk Koperasi Desa Merah Putih. Proyek besar ini sempat berdampak pada ritme produksi dan distribusi kendaraan ke konsumen umum. Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), mengatakan, Mitsubishi Fuso memang menjadi salah satu brand yang dipercaya untuk berpartisipasi untuk pengadaan proyek Koperasi Desa Merah Putih. Mitsubishi Fuso Canter di GIIAS 2023 "Kalau mengenai jumlahnya seperti disampaikan dalam berita beberapa waktu lalu oleh pihak Agrinas, jumlahnya kira-kira sama, yaitu 20.600 unit sampai dengan bulan Desember 2026," ujar Aji, kepada wartawan, saat ditemui di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2026, Rabu (8/4/2026). Aji menambahkan, untuk proyek Koperasi Desa Merah Putih yang dibutuhkan oleh Agrinas adalah tipe Canter. Mengingat volumenya yang masif, KTB sempat melakukan penyesuaian strategi agar permintaan pasar tetap terjaga. "Karena tadi jumlahnya cukup besar, pada awalnya kami harus berusaha mengatur sedemikian rupa supaya bisa seimbang antara pemenuhan proyek dengan pemenuhan kepada konsumen retail kami atau general market kami," kata Aji. Mitsubishi Fuso Canter Euro 4 saat sesi media test drive Fuso di Tangerang, Jumat (25/3/2022). Total ada 29 varian yang disediakan KTB dengan rincian, 15 tipe untuk Fuso Canter di segmen light duty truck, dan sisanya 14 tipe untuk Fighter X di segmen medium duty truck. Efek dari prioritas tersebut, beberapa konsumen ritel harus bersabar karena masa tunggu atau inden yang menjadi lebih panjang dari biasanya. Namun, Aji menegaskan bahwa kondisi tersebut bersifat sementara. "Awalnya, harus ada konsumen yang menunggu, karena kita punya komitmen fokus memenuhi proyek yang besar. Tapi, perlahan-lahan secara gradual kita mulai kembali normal produksi kita untuk bisa men-supply proyek yang sudah kita komitmenkan dan juga memenuhi kebutuhan pasar umum, baik retail maupun fleet customer," ujarnya. Kabar baiknya bagi para pengusaha dan konsumen setia Si Kepala Kuning, kapasitas produksi kini mulai stabil. Aji mengatakan, targetnya mulai April ini sudah kembali normal alias tidak ada lagi konsumen yang harus inden lama. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang