Mahindra Scorpio Pikup meluncur di Indonesia Ketua Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Rosalina Faried mengingatkan bahwa pengembangan AMMDes pada 2018 menjadi bukti nyata kemampuan industri komponen dalam negeri. GULIR UNTUK LANJUT BACA “Pengalaman AMMDes menunjukkan bahwa IKM kita mampu terlibat dalam produksi kendaraan niaga. Kami sudah membuktikan bisa memenuhi kebutuhan komponen sesuai standar industri,” ujar Rosalina dalam keterangannya yang diterima, Minggu 22 Februari 2026.AMMDes sendiri diperkenalkan pada ajang GIIAS 2018 dan diproduksi oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, yang dalam prosesnya melibatkan IKM binaan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) di bawah Kementerian Perindustrian.Menurut Rosalina, saat ini utilisasi industri komponen otomotif nasional masih berada di kisaran 60–70 persen. Artinya, kapasitas produksi sebenarnya masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional dalam negeri.“Kami memahami kebutuhan kendaraan desa bersifat mendesak. Namun alangkah baiknya jika pengadaan tersebut tetap mengutamakan produksi dalam negeri, karena kemampuan industri otomotif nasional sudah sangat mumpuni,” katanya.Ia juga menyoroti potensi dampak ekonomi yang bisa tercipta apabila kebutuhan kendaraan niaga dipenuhi oleh industri lokal. Mengacu pada perhitungan pemerintah, pengadaan sekitar 70.000 unit pick-up produksi dalam negeri dapat menciptakan dampak ekonomi (backward linkage) hingga Rp 27 triliun, termasuk bagi industri ban, kaca, baterai, logam, kabel, dan elektronik.Rosalina menilai, jika pengadaan kendaraan operasional KDKMP dilakukan melalui impor, maka bukan hanya pabrikan kendaraan yang terdampak, tetapi juga ribuan tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA “Harapan kami, pemerintah memberikan kesempatan kepada produsen dan industri komponen dalam negeri untuk menjadi bagian dari solusi. AMMDes sudah membuktikan bahwa kolaborasi itu memungkinkan,” tutur dia.Di tengah kondisi industri otomotif nasional yang masih menghadapi tekanan pasar, proyek kendaraan operasional desa dinilai bisa menjadi momentum penguatan ekosistem manufaktur dalam negeri bukan justru peluang yang terlewat.