- PT Agrinas Pangan Nusantara teken kontrak pengadaan 105.000 kendaraan niaga dari dua produsen otomotif asal India. Hal ini dilakukan untuk memperkuat distribusi pangan serta menunjang operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari jumlah tersebut, sebanyak 35.000 unit Scorpio Pick Up akan dipasok oleh Mahindra & Mahindra. Sedangkan 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, yang terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, membenarkan adanya pengadaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebagian kendaraan dalam kondisi utuh telah tiba di Indonesia dan segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional koperasi desa, terutama dalam memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal. Agrinas menyatakan bahwa pemilihan pabrikan asal India dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas produksi dalam skala besar, harga yang bersaing, serta kesiapan pengiriman unit dalam waktu relatif singkat sesuai kebutuhan program pemerintah. Sebagai BUMN yang mendapat mandat membangun Koperasi Merah Putih, pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 30.000 unit ditargetkan dapat terealisasi hingga pertengahan 2026. Armada kendaraan tersebut diproyeksikan menjadi penopang utama sistem distribusi logistik di wilayah pedesaan. Dari pihak pemasok, CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menyampaikan bahwa keikutsertaan Scorpio Pick Up dalam proyek koperasi ini diyakini dapat memperkuat jaringan logistik yang menghubungkan petani dengan pasar secara lebih efektif. Ia juga menilai pesanan sebanyak 35.000 unit ini melampaui total ekspor Mahindra pada tahun fiskal 2025, sehingga memberikan dorongan signifikan bagi ekspansi global perusahaan. Di sisi lain, Tata Motors memperoleh kontrak 70.000 kendaraan komersial yang distribusinya akan dilakukan melalui anak perusahaannya di Indonesia, yakni PT Tata Motors Distribusi Indonesia, sebelum diserahkan kepada Agrinas. Melansir Kontan.co.id, Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menyebut kerja sama tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap kendaraan komersial produksi India, termasuk ketangguhannya di berbagai kondisi operasional. Menurut Tata Motors, proyek ini juga selaras dengan agenda pembangunan Indonesia, khususnya dalam meningkatkan konektivitas desa, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan. Sebelumnya, pada 5 Desember 2025, Agrinas bersama RMA Indonesia menyerahkan empat unit Mahindra Scorpio Double Cabin 4x4 kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Berdasarkan uji operasional, kendaraan tersebut dinilai mampu menghadapi medan berat sekaligus membawa logistik serta personel. Namun demikian, sejumlah pihak memberikan catatan kritis. Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai proyek KDKMP berpotensi memunculkan dampak tertentu bagi desa dan pelaku usaha lokal. Ia menyoroti pemangkasan lebih dari 58% dana desa untuk mendukung program tersebut, yang dinilai dapat mengurangi keleluasaan desa dalam menentukan prioritas pembangunan. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa impor kendaraan dalam jumlah besar berpotensi menyebabkan aliran dana keluar negeri serta membatasi peran industri otomotif nasional, terutama jika kebutuhan dan karakteristik tiap desa tidak sepenuhnya seragam.