PTAgrinasPangan Nusantara (Agrinas) berencana mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Padahal, industri otomotif Indonesia memiliki beragam pilihan kendaraan niaga yang sudah diproduksi di dalam negeri.Impor mobil dari India untuk operasional KDKMP ini bisa berdampak untuk industri otomotif Tanah Air, termasuk industri pemasok komponen kendaraan.Dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Perindustrian (Kemenperin), prospek kendaraan niaga di Indonesia sangat besar. Sebagai ilustrasi, apabila pengadaan kendaraan pickup sejumlah 70.000 unit saja dipenuhi oleh produk dalam negeri, maka akan memberikan dampak positif ekonomi (backward linkage) sebesar kurang lebih Rp 27 Triliun. Kemenperin menegaskan bila kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui produksi dalam negeri, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh Indonesia. Akan banyak subsektor industri yang berkaitan langsung dengan produksi kendaraan pickup seperti industri ban, industri kaca, industri baterai basah (accu), industri logam, industri kulit, industri plastik, industri kabel, industri elektronik, dan lain sebagainya.Asosiasi Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), menyebut, saat ini utilisasi produksi masih di angka 60-70 persen. Dengan rencana impor pickup dari India, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pabrikan, tapi juga dirasakan sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen otomotif. Langkah ini akan menimbulkan disrupsi pada keberlangsungan ekosistem industri otomotif nasional.Rencana pembelian mobil niaga untuk kendaraan operasional KDKMP harusnya menjadi ceruk bisnis yang dapat diambil industri komponen otomotif lokal. Anggota PIKKO menyatakan mampu membuat untuk kendaraan operasional tersebut.Ketua PIKKO, Rosalina Faried dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pihaknya memahami kebutuhan ini sangat mendesak. Namun diharapkan pengadaannya tetap mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri, mengingat kemampuan industri otomotif dan komponen otomotif dalam negeri sudah sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan tersebut.Rosalina juga menyampaikan kekhawatirannya bila hal tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang tidak bagus terhadap keberlangsungan ekosistem industri otomotif.Rosalina mengungkapkan, di tengah situasi industri otomotif nasional yang masih lesu, diharapkan ada pembatasan jumlah kendaraan yang diimpor dari India, dan memberikan kesempatan kepada produsen lokal kendaraan bermotor menjadi pemasok kebutuhan kendaraan operasional KDKMP.