- Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) belanja 105.000 mobil pikap India tuai kontroversi. Termasuk dari golongan produsen otomotif lokal dan Menteri Perindusterian yang mengaku prihatin dengan keputusan tersebut. Diketahui, tujuan pembelian pikap dan double cabin asal India itu untuk kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KDKMP). Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif Indonesia (PIKKO) meminta pemerintah berhati-hati agar kebijakan tersebut tidak melemahkan industri otomotif nasional. Mereka mengaku prihatin karena impor kendaraan dari India berpotensi menekan keberlangsungan industri otomotif Tanah Air, khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif. Ketua Umum PIKKO, Rosalina Faried mengatakan, kondisi sektor otomotif nasional masih memerlukan dukungan pemerintah untuk meningkatkan gairah pasar dan daya saingnya. Saat ada tekanan tersebut, Agrinas justru berencana mendatangkan ratusan unit kendaraan dari India. PIKKO pun mengusulkan kepada pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) agar membatasi jumlah kendaraan impor.