Mobil pikap kabin tunggal Mahindra Scorpio Rencana impor 105 ribu kendaraan niaga dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi perhatian karena skala pengadaannya yang sangat besar. Program bernilai sekitar Rp24,66 triliun tersebut mencakup pembelian armada kerja desa yang akan digunakan untuk mendukung distribusi logistik di berbagai wilayah Indonesia. Pengadaan kendaraan dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan sumber pasokan berasal dari dua produsen otomotif India, yakni Mahindra & Mahindra serta Tata Motors. Armada yang dibeli tidak ditujukan untuk pasar ritel, melainkan sebagai kendaraan operasional koperasi desa dalam menjalankan kegiatan ekonomi berbasis wilayah. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Komposisi pengadaan mencakup tiga model kendaraan niaga dengan jumlah masing-masing 35 ribu unit, yakni Scorpio Pick-Up, Yodha Pick-Up, serta Ultra T.7 Light Truck. Ketiga model tersebut dikenal sebagai kendaraan kerja dengan karakter penggunaan lapangan, mulai dari pikap hingga truk ringan untuk aktivitas distribusi barang.Rencana impor dalam jumlah besar tersebut muncul di tengah pasar kendaraan niaga ringan nasional yang selama ini telah diisi berbagai model produksi dalam negeri. Segmen pikap khususnya menjadi salah satu tulang punggung mobilitas barang skala kecil hingga menengah, dengan pemanfaatan luas di sektor perdagangan, logistik, serta usaha mikro.Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan pikap ringan dalam beberapa tahun terakhir berada pada kisaran lebih dari 100 ribu unit per tahun. Pada 2020 penjualan tercatat 94.634 unit, kemudian meningkat menjadi 137.696 unit pada 2021 dan 139.065 unit pada 2022.Memasuki 2023, volume tercatat 124.052 unit sebelum turun menjadi 103.893 unit pada 2024, lalu kembali meningkat pada 2025 menjadi 110.574 unit. Pola tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan kendaraan pikap tetap terjaga dengan volume yang relatif stabil meski pasar otomotif mengalami fluktuasi.Jika dibandingkan dengan rencana impor 105 ribu unit, jumlah tersebut mendekati total penjualan tahunan segmen pikap ringan di Indonesia. Perbandingan ini membuat skala pengadaan armada koperasi desa menjadi sorotan karena berada pada level yang sebanding dengan pasar nasional kendaraan kerja tersebut.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri otomotif nasional sebenarnya telah memiliki kapasitas produksi kendaraan pick-up yang signifikan, yakni sekitar 1 juta unit per tahun. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Ia menyebut sejumlah produsen yang memproduksi kendaraan pick-up di Indonesia antara lain PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, serta PT Sokonindo Automobile.“Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pick-up nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Senin 23 Februari 2026.