Agrinas menyatakan bahwa ketersediaan suku cadang bukan menjadi kendala dalam rencana impor pikap asal India. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota memastikan, dua prinsipal besar yakni Tata Motors dan Mahindra telah memiliki komitmen kuat dalam menyiapkan ekosistem purnajual di Indonesia. “Saya melihat bahwa dengan kehadiran Tata dan Mahindra di mana mereka adalah dua industri yang cukup tangguh, cukup besar di dunia pada sekarang-sekarang ini,” ujar Joao di Jakarta, Selasa (24/2/2026). PT Agrinas Pangan Nusantara resmi mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih dengan nilai kontrak mencapai Rp 24,66 triliun. “Dan menjual jual mobil itu selalu didahului oleh suplai suku cadang, dan kemudian dilanjutkan dengan persiapan untuk membuka bengkel-bengkel di seluruh tempat di mana populasi mereka akan beredar. Selain itu juga menyediakan diler-diler untuk menjual mobilnya selanjutnya ke depan gitu,” kata dia. Menurutnya, pola bisnis global industri otomotif selalu dimulai dari kesiapan pasokan spare part, lalu diikuti pembangunan jaringan bengkel dan diler. Artinya, sebelum kendaraan dipasarkan secara luas, dukungan layanan purnajual sudah lebih dulu disiapkan agar konsumen tidak kesulitan dalam perawatan maupun perbaikan. Tata Yodha 2.0 pikap Joao juga mengungkapkan bahwa dalam kontrak kerja sama dengan merek-merek India ini, terdapat komitmen investasi jangka menengah. "Dan rencananya di dalam kontrak khususnya dengan Mahindra selain menyiapkan bengkel-bengkel, menyiapkan diler-diler, mereka juga sudah sepakat mungkin bisa saya tunjukkan nanti bahwa pada 2027 atau sampai 2028 harus membangun pabrik di Indonesia,” ucap Joao. “Kemudian untuk Tata sendiri akan membuka pabrik di Indonesia 2029. Nah, dengan begitu harapan saya dengan ada pilihan yang lebih banyak, masyarakat Indonesia diberikan pilihan untuk dapat memilih dan membayar produk-produk mobil sesuai dengan yang lebih kompetitif dan harga yang lebih fair bagi mereka,” ujarnya. Pekerja menyelesaikan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mangasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Pemerintah menargetkan 60 ribu Koperasi Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir Desember 2026. Komitmen pembangunan pabrik tersebut dinilai menjadi sinyal keseriusan kedua pabrikan India itu dalam membangun basis produksi sekaligus distribusi komponen di dalam negeri. Dengan adanya fasilitas perakitan atau produksi lokal, ketersediaan spare part diyakini akan semakin terjamin, sekaligus berpotensi menekan harga komponen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang