Mobil pikap kabin tunggal Mahindra Scorpio Rencana impor mobil pikap dari India untuk kebutuhan operasional sejumlah program nasional turut menyoroti rekam jejak model yang akan digunakan. Selain mempertimbangkan aspek pasokan dan harga, faktor riwayat produk juga menjadi bagian dari perhatian dalam diskursus industri otomotif. Salah satu yang mencuat adalah catatan kampanye penarikan kembali (recall) terhadap pikap produksi India yang pernah dilakukan produsen global. Program tersebut umumnya bersifat preventif dan dilakukan untuk memastikan kualitas serta keselamatan kendaraan tetap sesuai standar. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Produsen otomotif asal India, Mahindra & Mahindra, tercatat pernah melakukan recall atau penarikan kembali terhadap kendaraan pikapnya dalam beberapa kesempatan. Salah satu kampanye dilakukan terhadap 29.878 unit kendaraan Pik-Up yang diproduksi antara Januari 2020 hingga Februari 2021.Berdasarkan laporan media otomotif Carandbike yang disadur VIVA Otomotif Minggu 22 Februari 2026, penarikan kembali tersebut dilakukan untuk inspeksi serta penggantian pipa fluida yang diduga mengalami perakitan kurang tepat. Perusahaan menyebut langkah ini sebagai tindakan proaktif yang dijalankan sesuai kode sukarela vehicle recall serta dilakukan tanpa biaya bagi konsumen.Dalam pernyataan resminya, Mahindra menyampaikan bahwa pelanggan yang terdampak akan dihubungi secara individual dan kendaraan akan menjalani pemeriksaan di jaringan layanan resmi. Proses perbaikan juga disebut dilakukan gratis sebagai bagian dari komitmen menjaga pengalaman kepemilikan kendaraan.Selain itu, pada periode berbeda Mahindra juga melakukan penarikan sekitar 600 unit kendaraan yang diproduksi di fasilitas Nashik. Kampanye tersebut berkaitan dengan dugaan keausan dini komponen mesin akibat kemungkinan penggunaan bahan bakar terkontaminasi pada batch produksi tertentu.Riwayat recall pada industri otomotif sendiri bukan hal yang jarang terjadi dan umumnya menjadi bagian dari mekanisme pengendalian kualitas produk global. Banyak produsen kendaraan melakukan langkah serupa sebagai bentuk tindakan korektif maupun preventif setelah ditemukan potensi ketidaksesuaian komponen. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di tengah rencana impor pikap sebanyak 105 ribu unit dari perusahaan Tata Motors dan Mahinda and Mahindra, perhatian terhadap rekam jejak produk menjadi salah satu aspek yang turut diperbincangkan pelaku industri. Selain isu kualitas, diskusi juga mencakup kesiapan layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, serta integrasi kendaraan dengan ekosistem operasional di dalam negeri.Sebelumnya, rencana pengadaan pikap impor dalam jumlah besar juga memicu perhatian dari pelaku industri komponen otomotif domestik. Dengan tingkat utilisasi produksi yang disebut masih berada pada kisaran 60–70 persen, masuknya kendaraan impor dinilai dapat berpengaruh terhadap permintaan komponen lokal dan aktivitas rantai pasok.