Suzuki Fronx belum lama ini kena recall. Hal ini merupakan buntut dari hasil tes tabrak Australasian New Car Assessment Program (ANCAP) yang hanya mendapatkan bintang satu. Namun, ini hanya berlaku untuk Suzuki Fronx yang dipasarkan di Australia. Dikutip dari Drive.com.au, Rabu (24/12/2025), Fronx terkena recall untuk memperbaiki “cacat produksi” yang menyebabkan pengulur sabuk pengaman gagal dalam uji tabrak ANCAP yang diumumkan belum lama ini. Pemilik Fronx telah diminta untuk segera menghentikan penggunaan kursi belakang hingga masalah sabuk pengaman dapat diperbaiki. Sementara ini, Suzuki Fronx ditarik dari pasaran selama penyelidikan uji tabrak terus berlanjut. Suzuki Fronx raih bintang satu tes tabrak ANCAP Pemberitahuan recall yang dikeluarkan oleh Departemen Infrastruktur mencakup total 324 kendaraan. Menurut surat pemberitahuan tersebut, akibat cacat produksi, mekanisme pengulur sabuk pengaman kursi belakang kiri mungkin tidak berfungsi sesuai yang diharapkan. “Akibatnya, panjang sabuk pengaman yang berlebihan mungkin terlepas dalam kasus kecelakaan atau pengereman mendadak,” tulis hasil penyelidikan Departemen Infrastruktur di Australia. “Dalam kondisi kecelakaan atau pengereman mendadak, jika sabuk pengaman kursi belakang kiri tidak berfungsi sebagaimana mestinya, hal ini dapat meningkatkan risiko cedera atau kematian bagi penumpang kendaraan,” sambung pernyataan resmi tersebut. Suzuki Fronx raih bintang satu tes tabrak ANCAP Setidaknya, 1.447 unit SUV Suzuki Fronx telah dilaporkan terjual di Australia sejak diluncurkan pada awal 2025. Namun, Suzuki menyatakan telah mengidentifikasi rentang nomor identifikasi kendaraan (VIN) yang berpotensi terdampak yang mungkin mengalami cacat tersebut. Fronx juga dipasarkan di Indonesia. Tapi, model yang dijual berbeda dengan Australia, karena diproduksi secara lokal di Cikarang, Jawa Barat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang