Pemerintah akan memberlakukan kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) atau bebas kendaraan dari kelebihan dimensi dan muatan yang mulai berlaku efektif pada awal tahun 2027. Terkait hal ini, Jasamarga juga sudah punya teknologi yang bisa memantau truk ODOL melalui CCTV di Tollroad Command Center. “Ini tidak hanya sekadar kamera CCTV yang dapat melihat tapi AI-nya juga sudah berjalan. Sehingga bisa untuk penindakan truk ODOL,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono kepada Kompas.com, Senin (9/3/2026). Rivan menjelaskan CCTV tersebut dilengkapi dengan sistem radar yang bisa memantau truk. Tampilan CCTV di layar JMTC Bila tangkapan video pada CCTV muncul radar berwarna merah, artinya truk kelebihan muatan. Bahkan identitas dari truk tersebut juga bisa dilihat pada sistem. Mulai dari dimensi, berat muatan dan pelat nomor truk tersebut. Bahkan tercantum juga pemilik truk tersebut. Pada data di layar monitor juga memuat berapa berat dan ukuran kelebihan dari truk tersebut. “Smart system yang kita akan membangun tidak hanya monitoring, tetapi juga bisa melakukan pemantauan terhadap pelanggaran,” katanya. Rivan juga mengatakan, saat ini totalnya ada enam titik jalan tol pemasangan kamera yang bisa memantau truk ODOL. Beberapa di antaranya di Bekasi, Bogor dan Jawa Timur. Direncanakan tahun ini ada penambahan dua titik baru sehingga jumlahnya menjadi delapan. Adapun kebijakan Zero ODOL terus didorong oleh sejumlah pihak untuk meningkatkan keselamatan jalan dan mencegah kerusakan infrastruktur akibat muatan berlebih.