Video yang memperlihatkan dua mobil terlibat gesekan hingga berujung aksi saling bertabrakan viral di media sosial. Peristiwa tersebut melibatkan Nissan Serena C26 tahun 2017 dan Honda BR-V di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Dalam video yang diunggah akun Instagram ridewith_zoe, terlihat Nissan Serena menabrak bagian samping Honda BR-V setelah kedua kendaraan sebelumnya terlibat senggolan. Saat dikonfimasi, Daniel Paskalis pengemudi Serena, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sekitar pukul 19.00 WITA pada akhir pekan lalu. Menurut Daniel, kejadian bermula ketika mobilnya diserempet oleh pengemudi Honda BR-V. Setelah itu, kedua belah pihak sempat berhenti untuk membahas penyelesaian kerusakan. Pengemudi BR-V awalnya tidak mau ganti rugi karena merasa mobilnya juga baret. Daniel kemudian menelepon bengkel body repair untuk melakukan estimasi perbaikan. Telepon tersebut dilakukan pakai pengeras suara agar pengemudi BR-V bisa mendengar. Namun setelah itu pengemudi BR-V cuma ingin membayar Rp 400.000. "Pertama, video call dengan bengkel. Untuk biaya perbaikan tiga panel, yaitu Rp 800.000 + Rp 800.000 + Rp 500.000. Di situ disebut angka 885. Mungkin si bapak mengira maksudnya Rp 885.000," kata Daniel kepada Kompas.com, Senin (13/7/2026). "Lalu beliau menawarkan membayar setengahnya, yaitu Rp 400.000," ujarnya. Daniel kemudian menghubungi kembali pihak bengkel agar rincian biaya disampaikan dengan lebih jelas. "Setelah itu saya klarifikasi dan menelepon ulang bengkel agar lebih jelas. Biaya perbaikannya Rp 800.000 + Rp 800.000 + Rp 500.000 = Rp 2.100.000," katanya. "Namun, setelah si bapak mendengar total biayanya Rp 2,1 juta, beliau tetap hanya mau membayar Rp 400.000, bukan Rp 1.050.000 jika memang ingin menanggung setengahnya," kata Daniel. ACM Body Repair Tabrak Balik Karena tidak menemui kesepakatan dan pengemudi BR-V tetap hanya mau bayar Rp 400.000, Daniel kemudian memberikan ide bahwa dia tabrak balik saja mobil BR-V. Daniel mengatakan, sebelum mobil BR-V ditabrak balik, kedua belah pihak sempat berbicara dan berjabat tangan. "Sebelum saya menabrak balik, si bapak berkata, 'Ya sudah, bapak tabrak balik saja mobil saya. Kalau saya sanggupnya cuma ganti Rp 400.000 saja'," kata Daniel. "Lalu saya berjabat tangan dan berkata, 'Oke, Pak. Tapi setelah saya tabrak balik, jangan dendam dan jangan melebar ke mana-mana, ya.' Beliau pun setuju," ungkapnya. Daniel menambahkan, setelah insiden tersebut, keduanya kembali berjabat tangan sebagai tanda persoalan dianggap selesai. "Setelah ditabrak, beliau menghampiri saya lagi dan kembali berjabat tangan sambil berkata, 'Sudah clear ya, Pak. Impas'," kata Daniel menirukan pengemudi BR-V. ACM Body Repair Akibat tabrakan kedua tersebut, Daniel memperkirakan biaya perbaikan mobilnya akan bertambah. Meski demikian, menurutnya kerusakan tambahan tidak terlalu besar. "Setelah ditabrak, saya belum tahu biaya tambahan perbaikannya. Namun, perkiraan saya, dari Rp 2,1 juta mungkin menjadi sekitar Rp 3 jutaan karena hanya bertambah sedikit penyok," katanya. Tabrak Belakang Daniel juga menjelaskan alasan mengapa ia memilih menabrak pakai bagian belakang mobil. Menurut dia, keputusan tersebut diambil agar kerusakan yang ditimbulkan tidak semakin besar. "Menabrak mundur adalah cara paling aman bagi saya agar tidak menambah banyak kerusakan. Bagian sudut belakang adalah yang paling kuat dan saya tahu pelatnya tebal, sehingga tidak berpengaruh pada sistem kemudi depan," katanya. "Sedangkan kalau saya menabrak (pakai) bagian depan, risikonya jauh lebih besar. Bemper depan berbahan plastik, bisa mengenai lampu utama, grille, radiator, dan komponen lainnya. Bahkan, sangat mungkin merusak sistem kemudi," ungkapnya.