Ilustrasi gambar mobil Ford Explorer terbaru Mobil SUV mid-size bekas masih menjadi pilihan favorit banyak orang karena menawarkan kabin luas, posisi berkendara tinggi, dan kenyamanan untuk perjalanan keluarga. Namun tidak semua SUV bekas layak dibeli. Beberapa model justru dikenal memiliki masalah reliabilitas, biaya perbaikan mahal, hingga catatan recall yang cukup banyak. Karena itu, calon pembeli disarankan lebih teliti sebelum memutuskan membeli SUV bekas di pasar mobil second. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Ilustrasi Mobil SUV Dirangkum VIVA dari SlashGear Jum'at, 29 Mei 2026, beberapa mobil SUV medium yang sebaiknya Anda hindari untuk membelinya.Salah satu model yang sering mendapat sorotan adalah Ford Explorer keluaran beberapa tahun terakhir. SUV ini memang populer karena desain gagah dan fitur lengkap, tetapi sejumlah laporan menyebut model tertentu mengalami masalah transmisi dan sistem elektronik. Beberapa pemilik juga mengeluhkan biaya perawatan yang cukup tinggi setelah masa garansi habis.Selain Ford Explorer, Dodge Durango juga masuk daftar SUV bekas yang perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Mobil ini dikenal memiliki performa mesin besar yang bertenaga, namun konsumsi bahan bakarnya cukup boros dan beberapa varian dilaporkan memiliki masalah pada sistem pendingin serta suspensi.Nissan Pathfinder generasi tertentu juga disebut memiliki reputasi kurang baik terutama terkait transmisi CVT. Masalah pada CVT Nissan memang sempat ramai dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir karena berpotensi menimbulkan biaya perbaikan sangat mahal jika kerusakan terjadi di luar garansi.Chevrolet Traverse pun termasuk model yang sering disebut memiliki sejumlah masalah mekanis. Beberapa pengguna melaporkan gangguan pada mesin, sistem AC, hingga kelistrikan. Walau menawarkan ruang kabin besar dan nyaman untuk keluarga, biaya perbaikan SUV ini disebut cukup menguras kantong jika kondisinya tidak benar-benar prima saat dibeli.Tidak hanya masalah mesin dan transmisi, beberapa SUV mid-size bekas juga memiliki nilai depresiasi tinggi. Artinya, harga jual kembali mobil bisa turun sangat cepat dibanding rival di kelas yang sama. Kondisi ini membuat sebagian model tampak murah di pasar mobil bekas, tetapi sebenarnya menyimpan risiko biaya jangka panjang.Para ahli otomotif menyarankan calon pembeli mobil bekas untuk selalu memeriksa riwayat servis dan catatan recall kendaraan sebelum membeli. Pemeriksaan menyeluruh di bengkel independen juga dianggap penting untuk mengetahui kondisi mesin, kaki-kaki, hingga sistem elektronik kendaraan.Selain itu, banyak konsumen sering tergoda harga murah tanpa memperhatikan biaya perawatan ke depan. Padahal SUV mid-size umumnya memiliki komponen lebih kompleks dibanding mobil kecil biasa, sehingga biaya servis dan penggantian spare part bisa jauh lebih mahal.Meski begitu, bukan berarti semua SUV bekas harus dihindari. Beberapa model seperti Toyota Highlander dan Honda Pilot justru dikenal memiliki reputasi reliabilitas cukup baik di pasar mobil bekas. Kedua model tersebut sering direkomendasikan karena dianggap lebih awet dan memiliki biaya perawatan yang relatif stabil. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Nissan PathfinderTren SUV sendiri masih terus mendominasi pasar otomotif global hingga 2026. Banyak konsumen memilih SUV karena dianggap lebih praktis untuk keluarga dan perjalanan jauh. Namun meningkatnya popularitas SUV bekas juga membuat calon pembeli harus semakin cermat agar tidak mendapatkan kendaraan dengan riwayat masalah tersembunyi.