Kerusakan tak biasa terlihat pada sebuah Honda HR-V berwarna merah yang viral di media sosial. Bukan penyok akibat benturan atau goresan karena kecelakaan, melainkan lapisan cat bodi mobil yang mengelupas hingga memperlihatkan bagian pelat besinya. Sekilas, tampilannya seperti mobil yang sengaja disiram cairan tertentu. Kerusakan pun tampak menyebar di beberapa bagian panel, memunculkan dugaan adanya zat kimia yang bereaksi dengan lapisan cat kendaraan. Lantas, apa yang sebenarnya bisa menyebabkan kerusakan seperti ini? Diduga Terkena Cairan Kimia Januar Fadli, pemilik bengkel cat dan body repair Safira Motor di Cibubur, Jakarta Timur, mengatakan, penyebab paling umum cat mobil mengelupas atau "ngeletek" seperti itu adalah paparan bahan kimia yang bersifat korosif. "Cat ngeletek itu penyebabnya, kalau yang pasti karena cairan kimia. Antara bisa soda api, bisa air keras, atau bisa tiner, macam-macam," kata Januar, kepada Kompas.com (9/7/2026). Menurut Januar, selain soda api, air keras, atau tiner, kerusakan serupa juga dapat disebabkan oleh paint remover, yakni cairan khusus untuk mengangkat lapisan cat. Namun, dari pola kerusakan yang terlihat pada Honda HR-V tersebut, ia menilai kemungkinan penyebabnya bukan paint remover. "Paint remover bisa juga, itu lebih kuat lagi. Tapi kalau melihat gambarnya sih, kayaknya itu agak melebar kan tuh. Kalau pakai remover itu kan bentuknya gel, dia nge-gel gitu. Kayaknya harus pakai aplikator. Kayak pakai kuas gitu baru bisa melebar,” ucap Januar. Ia menambahkan, bentuk kerusakan pada mobil tersebut justru lebih menyerupai efek dari cairan yang mengalir di permukaan bodi. Air sabun untuk melumasi bodi mobil saat proses perbaikan "Tapi kalau itu kayaknya cair ya. Tapi kalau cair juga enggak bercak-bercak kalau saya lihat itu," kata Januar. Meski demikian, tanpa pemeriksaan langsung, jenis cairan yang menjadi penyebab kerusakan tentu tidak dapat dipastikan. Perbaiki body mobil dengan teknik PDR Tidak Bisa Dipoles, Solusinya Cat Ulang Januar menjelaskan, jika lapisan cat sudah rusak akibat cairan kimia, kerusakan tersebut tidak dapat diatasi hanya dengan mencuci atau memoles bodi kendaraan. Pasalnya, cairan tersebut telah merusak lapisan cat hingga menghilangkan perlindungan pada permukaan bodi mobil. "Perbaikannya harus dicat, repaint ulang. Enggak bisa langsung misalnya kita cuci, enggak bisa. Itu kan catnya sudah rusak. Catnya hilang, lapisannya enggak ada. Langsung ke pelatnya,” kata Januar. Jasa cat dan perbaikan bodi mobil Scuto Condet "Beda lagi kalau dia kena getah, langsung buru-buru dibersihkan itu bisa. Kalau ini sudah rusak," ujarnya. Karena itu, apabila pemilik mobil menemukan tanda-tanda kerusakan akibat dugaan cairan kimia, sebaiknya kendaraan segera dibawa ke bengkel body repair. Penanganan sejak dini dapat mencegah bagian pelat bodi terpapar langsung dan mengurangi risiko munculnya karat pada area yang catnya telah hilang.