Toyota Yaris generasi lama masih menjadi pilihan bagi konsumen yang mencari hatchback dengan mesin tangguh dan perawatan mudah. Salah satu pemilik Yaris 2010 tipe E transmisi otomatis membagikan pengalamannya setelah menggunakan mobil tersebut selama kurang lebih 10 tahun. Ia membeli mobil itu dalam kondisi bekas pada 2015 dan memakainya hingga sekarang. “Saya sudah pakai Yaris dari tahun 2015, beli second tangan pertama. Sekarang sudah 10 tahun pakai,” kata Ali pemilik Toyota Yaris kepada Kompas.com, Rabu (11/2/2026). Menurut dia, salah satu keunggulan utama Yaris generasi tersebut adalah karakter mesinnya yang masih menggunakan transmisi otomatis konvensional. Yaris 2010 tipe E “Mesin impresif karena masih menggunakan percepatan otomatis konvensional. Akselerasi mesin juga bagus untuk putaran bawahnya,” kata dia. Selain itu, kabin yang luas juga menjadi nilai tambah, terutama untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota. “Kabinnya luas, tempat penyimpanan juga banyak,” katanya. Dari sisi perawatan, ia menilai Yaris tergolong mudah dirawat. Ketersediaan suku cadang pun masih melimpah di pasaran. “Perawatan mudah dan banyak pilihan spare part, dari KW sampai original masih banyak di e-commerce dan bengkel,” kata dia. Yaris 2010 tipe E. Soal konsumsi bahan bakar, ia mengaku Yaris 2010 masih tergolong irit meski digunakan dalam kondisi lalu lintas padat. Ia juga mengatakan, mobil tersebut digunakan untuk aktivitas harian dengan rute pulang-pergi Ciracas – Legok, Tangerang. Dalam kondisi macet, ia mengaku rata-rata menghabiskan Rp 350.000 per minggu untuk bahan bakar. Penggunaan Harian dan Konsumsi Bahan Bakar “Harian saya pakai kerja PP Ciracas–Legok Tangerang, seminggu isi Rp 350.000. Kondisi macet,” katanya. Untuk perjalanan terjauh, mobil tersebut baru dibawa hingga Bandung dan dinilai tetap nyaman digunakan. Meski demikian, ia mengakui ada beberapa kekurangan yang dirasakan selama pemakaian. Salah satu yang paling sering bermasalah adalah sektor kaki-kaki. “Kaki-kaki sering problem, mungkin karena penggerak depan,” ucapnya. Beberapa komponen yang sudah diganti antara lain rack steer, swing arm, ball joint, hingga shockbreaker. Masalah Kaki-Kaki dan Keterbatasan Fitur “Saya sudah ganti rack steer, swing arm dan ball joint, shockbreaker,” kata dia. Selain itu, dari sisi fitur dan ergonomi, Yaris tipe E dinilai masih memiliki keterbatasan. Setir belum dilengkapi fitur tilt dan telescopic, sehingga pengaturan posisi berkendara kurang fleksibel, apalagi ergonomi. Bagian jok juga disebut kurang menopang paha secara maksimal, sehingga bisa terasa kurang nyaman saat perjalanan jauh. Soal biaya servis, ia menyebut masih relatif aman di kantong, tergantung pilihan komponen yang digunakan. “Aman, tergantung bujet. Banyak pilihannya dari yang non ori sampai ori. Parts-nya masih banyak,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang