Tradisi mudik sering membuat banyak orang membawa berbagai barang ke kampung halaman, mulai dari oleh-oleh, pakaian, hingga kebutuhan keluarga. Namun, membawa barang secara berlebihan tanpa memperhatikan kapasitas kendaraan dapat berdampak pada kestabilan saat berkendara. Menurut Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana, pengemudi sebaiknya tidak memaksakan kendaraan membawa barang di luar kebutuhan utama selama perjalanan mudik. “Barang bawaan sebaiknya dibawa sesuai kebutuhan saja dan jangan sampai berlebihan. Jika kendaraan kelebihan muatan, keseimbangan mobil bisa terganggu dan ini berpotensi mempengaruhi pengendalian saat berkendara,” kata Sony kepada Kompas.com, Senin (9/3/2026). Sony menjelaskan, beban yang terlalu berat akan mengubah distribusi bobot kendaraan. Akibatnya, mobil bisa menjadi lebih sulit dikendalikan, terutama ketika harus berbelok, berpindah jalur, atau melakukan pengereman mendadak. Saat mudik lebaran, bawalah barang seperlunya dan jangan memenuhi bagasi hingga kaca belakang tertutup Selain itu, penempatan barang juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan risiko bagi penumpang di dalam kabin. “Barang yang dibawa sebaiknya ditata dengan baik dan tidak ditumpuk sembarangan. Kalau tidak rapi, saat terjadi pengereman mendadak barang bisa bergeser bahkan terlempar ke depan,” ujarnya. Sony menyarankan agar barang yang lebih berat ditempatkan di bagian bawah bagasi agar pusat gravitasi kendaraan tetap stabil. Sementara itu, barang yang lebih ringan dapat diletakkan di bagian atas dengan posisi yang tidak mudah bergeser. Ia juga mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan membawa barang hingga melebihi kapasitas kendaraan, karena selain mempengaruhi stabilitas, kondisi tersebut juga bisa mempercepat keausan komponen seperti suspensi dan ban selama perjalanan jauh. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang