Perjalanan mudik yang identik dengan kepadatan lalu lintas kerap membuat pengemudi mengandalkan berbagai cara untuk memberi isyarat kepada pengguna jalan lain. Salah satu yang paling sering terlihat adalah penggunaan lampu hazard, baik saat hujan deras, melaju pelan, hingga ketika berada di jalan tol. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak selalu tepat dan justru berpotensi membahayakan. Menurut Sony Susmana, pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), lampu hazard sejatinya memiliki fungsi yang sangat spesifik dan tidak boleh digunakan sembarangan. "Fungsi utama lampu hazard adalah sebagai tanda bahwa kendaraan sedang dalam kondisi darurat atau berhenti karena gangguan, bukan untuk dipakai saat kendaraan masih berjalan," kata Sony kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2026). Ia menjelaskan, penggunaan hazard saat mobil masih melaju, termasuk ketika hujan deras atau berkabut, bisa menimbulkan kebingungan bagi pengendara lain. Pasalnya, lampu sein yang seharusnya digunakan untuk memberi tanda arah tidak bisa berfungsi saat hazard aktif. Menyalakan lampu hazard saat hujan lebat sangat tidak dianjurkan, karena bisa membingungkan pengendara lain Kondisi ini membuat komunikasi antar-pengemudi menjadi tidak efektif, terutama di situasi padat seperti arus mudik. Pengemudi di belakang atau samping kendaraan tidak dapat membaca arah manuver, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Sony menambahkan, dalam kondisi hujan lebat atau jarak pandang terbatas, pengemudi sebaiknya menyalakan lampu utama dan, jika tersedia, lampu kabut (fog lamp). Penggunaan hazard dalam situasi tersebut justru tidak direkomendasikan karena dapat disalahartikan sebagai kendaraan berhenti. Adapun lampu hazard sebaiknya digunakan saat kendaraan benar-benar dalam kondisi darurat, seperti mogok di bahu jalan, mengalami kerusakan, atau terlibat insiden yang mengharuskan berhenti mendadak. Dengan begitu, pengguna jalan lain dapat segera mengantisipasi dan menjaga jarak. Karena itu, edukasi mengenai penggunaan lampu hazard yang tepat menjadi penting, terutama menjelang periode mudik. Pengemudi diharapkan lebih memahami fungsi asli fitur ini agar keselamatan di jalan tetap terjaga. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang