Berakhirnya insentif bebas bea masuk untuk mobil listrik berbasis baterai secara utuh atau completely built-up (CBU) menjadi tantangan tersendiri bagi VinFast dalam menjaga daya saing produk di awal tahun. Pasalnya, pabrikan asal Vietnam tersebut saat ini telah memasarkan enam produk kendaraan listrik sekaligus. Sementara aktivitas pabrik di Subang, Jawa Barat, baru operasi awal kuartal II/2026 dengan dua model, yaitu VF 3 dan Limo Green. VinFast VF e34 Kondisi tersebut membuat sebagian model lain, seperti VF 5, VF 6, VF 7, serta VF e34, belum dapat langsung masuk jalur produksi dalam negeri saat fasilitas manufaktur mulai beroperasi. Tanggapan CEO VinFast Indonesia Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemantoro, mengatakan perusahaan memilih mengandalkan stok unit impor lama untuk menjaga ketersediaan produk di tengah berakhirnya fasilitas impor. “Kalau yang sekarang, yang kita pasarkan saat ini, masih unit-unit yang kita carry over dari akhir tahun lalu. Tapi secara bertahap, begitu unit ini sudah habis, itu akan kita transisi untuk unit yang diproduksi di Subang," ujar Kariyanto saat ditemui di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Langkah tersebut diambil karena impor kendaraan listrik tanpa insentif dinilai tidak lagi kompetitif dari sisi harga. “Kalau masih harus impor tanpa insentif, nanti harganya jadi tidak kompetitif,” lanjutnya. Sambil mengandalkan stok yang ada, VinFast menyiapkan proses transisi agar model-model lain dapat masuk ke jalur produksi lokal secara bertahap. Perusahaan juga memiliki kewajiban memenuhi skema produksi satu-banding-satu bagi model yang sebelumnya memperoleh insentif pada 2025, dengan target pemenuhan hingga 2028. Kewajiban Produksi VinFast VinFast resmikan pabrik di Subang, Jawa Barat. “Kewajiban kami adalah memproduksi one-to-one dari model yang sudah mendapatkan insentif di 2025. Target itu harus dikejar sampai 2028, dan kami on track,” ujarnya. Selain menyiapkan produksi, VinFast juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi jangka panjang di Indonesia. Pengembangan jaringan pengisian daya, layanan baterai berlangganan, serta jaminan nilai jual kembali menjadi fokus perusahaan untuk mendukung pertumbuhan pasar. Melalui strategi tersebut, VinFast berharap dapat menjaga pasokan produk, mempertahankan daya saing harga, sekaligus memperkuat posisinya di tengah persaingan industri kendaraan listrik nasional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang