Mobil listrik kerap dipersepsikan mahal, baik dari sisi harga maupun biaya perawatannya. Namun, anggapan tersebut mulai bergeser seiring banyaknya pabrikan yang menawarkan mobil listrik dengan harga terjangkau. Seiring perkembangan tersebut, semakin banyaknya konsumen yang menggunakan mobil listrik untuk kebutuhan harian, termasuk VinFast VF 3. Salah satu pengguna VinFast VF3 lansiran 2025 bernama Nopiyan menilai biaya kepemilikan mobil listrik VinFast relatif lebih ringan dibandingkan mobil konvensional, terutama dalam penggunaan sehari-hari. "Mobil listrik itu hemat dan praktis. Ini saya gunakan sehari-hari, dengan biaya isi dayanya hanya Rp 60.000 sampai Rp 100.000 seminggu. Karena VinFast ini maksimal pengisian dayanya kan cuma 18 kWh, per-kWh nya Rp 2.400," ucap Nopiyan, kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026). Seperti diketahui kapasitas baterai VinFast VF3 18,6 kWh dan diklaim memiliki jarak tempuh 215 KM. Nopiyan biasa mengisi daya di SPKLU milik PLN atau charger khusus VinFast (Vgreen) yang ada di setiap kantor pos. Modifikasi VinFast VF3 Dari sisi pajak, VinFast VF3 kenakan biaya SWDKLLJ sebesar Rp 143.000 per tahun. Namun, untuk PKB dan BBNKB, tidak ada biaya yang dikenakan karena statusnya sebagai mobil listrik. Artinya pemilik kendaraan hanya perlu membayarkan biaya pajak Rp 143.000 setiap tahunnya. Selama periode kepemilikan sembilan bulan, Nopiyan mengaku belum melakukan pengeluaran untuk biaya servis karena masih gratis alias dibebaskan biaya. "Belum pernah servis, hanya upgrade software saja dan gratis," kata dia. Artinya, Nopiyan hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 3.023.000 per tahun atau paling besar Rp 4.943.000 untuk biaya pajak dan isi daya. Tidak termasuk biaya servis karena masih gratis alias bebas biaya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang