GridOto.com - Pemerintah Indonesia melalui Pertamina terus memperkuat strategi diversifikasi energi dengan memperluas impor minyak mentah dan BBM dari kawasan Amerika Latin. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Selat Hormuz. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa diversifikasi sumber impor menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap kawasan tertentu. “Pemerintah terus mendorong perluasan sumber impor minyak, termasuk dari Amerika Latin, agar pasokan energi nasional tetap terjaga dan tidak bergantung pada satu wilayah saja,” ujar Bahlil dalam keterangannya belum lama ini. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya ketahanan energi melalui strategi multi-sumber. Dalam implementasinya, Pertamina telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara di Amerika Latin, Afrika, hingga Amerika Serikat. Vice President Corporate Communication Pertamina menyampaikan bahwa perusahaan memastikan kesiapan teknis dan operasional dalam menjaga distribusi energi nasional. “Pertamina terus memastikan kesiapan dari sisi teknis maupun logistik agar distribusi BBM tetap berjalan lancar, termasuk dengan mengoptimalkan pasokan dari berbagai wilayah,” ujarnya. Di tengah situasi global yang dinamis, pemerintah menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik terhadap ketersediaan BBM. Juru Bicara Kementerian ESDM juga menekankan bahwa kondisi pasokan nasional masih aman.