Ajang balap motor paling prestisus di dunia, yaitu MotoGP selangkah lebih dekat menuju era komunikasi digital yang lebih modern. Pebalap andalan Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, memberikan testimoni positif usai menjajal sistem radio helm terbaru dalam sesi tes resmi di Sirkuit Jerez, Spanyol, pekan ini. Sistem komunikasi yang telah dikembangkan selama beberapa tahun tersebut dirancang khusus untuk meningkatkan standar keselamatan. Melalui sistem ini, Race Direction dapat mengirimkan pesan langsung kepada pembalap saat terjadi situasi darurat di lintasan. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) bersaing dengan Alex Marquez (Gresini Racing) dalam balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez di Jerez de la Frontera, pada 26 April 2025. (Foto oleh JORGE GUERRERO / AFP) "Sejujurnya, mereka telah membuat langkah besar," ujar Fabio Quartararo dikutip dari Crash.net, Jumat (1/5/2026). Meski begitu, juara dunia MotoGP 2021 tersebut mencatat masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dari sisi kualitas audio. "Tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar (suara) terdengar benar-benar jernih. Karena saya bisa mendengar, tapi belum terlalu jelas," tambahnya. Perbaikan Pengembangan sistem radio ini terus mengalami evolusi. Sebelumnya, MotoGP sempat menguji perangkat bone conduction (hantaran tulang) yang menyalurkan suara melalui getaran di tulang kepala pengendara. Namun, teknologi tersebut menuai kritik pedas dari para pebalap. Pebalap BK8 Gresini Racing MotoGP Alex Marquez (kiri) di depan Fermin Aldeguer dalam sesi kualifikasi MotoGP Grand Prix Brasil, di Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP) Johann Zarco, misalnya, sempat mengeluhkan sistem lama tersebut pada tes di Aragon tahun lalu. Ia menyebut perangkat tersebut tidak nyaman dan menyarankan MotoGP untuk mengadopsi teknologi yang sudah matang di ajang Formula 1. Quartararo mengonfirmasi bahwa versi terbaru yang ia coba di Jerez kini menggunakan sistem in-ear atau suara di dalam telinga. "Ini baru pertama atau kedua kalinya mereka melakukan tes. Tapi itu menyenangkan," kata pembalap asal Perancis tersebut. Ia berencana akan menguji kembali perangkat ini pada tes di Barcelona bulan depan," katanya. Integrasi GPS Chief Sporting Officer Dorna Sports (MotoGP), Carlos Ezpeleta, menjelaskan bahwa radio ini akan terintegrasi dengan pemosisian GPS yang lebih canggih. Dorna Chief Sporting Officer Carlos Ezpeleta memuji infrastruktur Pertamina Mandalika International Circuit yang semakin baik dari sebelumnya. Rencananya, GPS generasi terbaru ini akan diimplementasikan secara penuh pada tahun 2027. "Idenya adalah sistem ini ditandai secara GPS. Jadi, jika Anda mendekati area dengan bendera kuning, hujan, atau permukaan licin, sistem akan memperingatkan pembalap di trek lurus sebelum memasuki sektor tersebut," jelas Ezpeleta. Walau saat ini fokus utama masih pada komunikasi satu arah dari pusat kendali balap, Ezpeleta tidak menutup kemungkinan adanya komunikasi dua arah antara pembalap dan tim di masa depan. Formula 1 Upaya MotoGP ini merupakan langkah besar untuk mengejar ketertinggalan teknologi komunikasi dari Formula 1 (F1). Jorge Martin jadi pemenang MotoGP Amerika 2026 Di ajang jet darat, komunikasi radio dua arah sudah menjadi standar sejak akhir 1980-an dan menjadi elemen krusial dalam strategi balap. Perbedaan mencolok terletak pada kompleksitasnya, di F1, tim dapat memantau ribuan data sensor secara real-time dan memberikan instruksi teknis yang sangat spesifik, seperti mengubah mapping mesin atau strategi ban lewat percakapan. Adapun di MotoGP, tantangan teknis jauh lebih berat karena faktor kebisingan angin yang ekstrem dan pergerakan kepala pembalap yang sangat dinamis. Jika F1 menggunakan radio untuk hiburan dan strategi, MotoGP sejauh ini masih membatasi penggunaannya pada aspek keselamatan. Tujuannya yaitu demi menjaga konsentrasi pebalap yang mengendalikan motor pada kecepatan lebih dari 350 km/jam tanpa perlindungan kokpit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang