Kasus Toyota Fortuner yang diteriaki tabrak lari hingga berujung amukan massa di Jakarta menjadi pengingat bahwa situasi di jalan dapat berkembang sangat cepat. Terlebih ketika ada pengendara yang terjatuh dan penyebabnya belum diketahui secara pasti. Dalam kondisi seperti itu, pengemudi mobil sering kali dihadapkan pada situasi sulit. Di satu sisi harus memastikan keselamatan pengguna jalan yang terjatuh, namun di sisi lain juga perlu menghindari risiko tuduhan yang belum tentu benar. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghindari tuduhan tabrak dari pengemudi lain di jalan? Prioritaskan Keselamatan dan Kendalikan Kendaraan Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan mengendalikan kendaraan dengan baik. Pengemudi perlu mengurangi kecepatan secara bertahap dan menghentikan kendaraan dengan aman apabila memang diperlukan. Hindari manuver mendadak yang justru berpotensi memicu kecelakaan lanjutan. Menurut Sony, saat melihat pengendara terjatuh, belum tentu kejadian tersebut disebabkan oleh tabrakan dengan kendaraan lain. "Kalau jatuh itu bisa dua kemungkinan, tertabrak atau jatuh sendiri, riskan jika tidak jaga jarak yang kemungkinan tercipta drama seolah-olah tertabrak dan ini sulit dibuktikan jika massa sudah ikut campur," kata Sony, kepada Kompas.com, Selasa (9/6/2026). Mobil fortuner diamuk massa di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026) Pastikan Posisi Kendaraan Aman Setelah kendaraan berhenti, pengemudi perlu memastikan posisi mobil tidak membahayakan pengguna jalan lain. Bila memungkinkan, nyalakan lampu hazard sebagai tanda adanya kondisi darurat di depan. Pengemudi juga disarankan untuk tidak langsung terpancing emosi apabila ada pihak yang langsung menuduh atau menyalahkan sebelum penyebab kejadian diketahui secara jelas. Jaga Jarak untuk Menghindari Risiko Sony menjelaskan, salah satu langkah pencegahan terbaik adalah menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, khususnya sepeda motor. Menurut dia, jarak yang cukup memberikan waktu reaksi lebih panjang apabila terjadi situasi darurat, termasuk ketika pengendara motor kehilangan kendali dan terjatuh secara tiba-tiba. "Jadi langkah yang aman adalah menjaga jarak terhadap kendaraan di sekitar baik ketika jalan beriringan ataupun berhenti, terutama sepeda motor yang manuvernya susah dibaca. Bila ada motor jatuh pun tidak melibatkan kendaraan lain yang disalahkan," kata Sony. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang