Kehadiran Hyundai Ioniq 9 di Indonesia masih belum menemui kepastian. Meski statusnya sudah terdaftar dalam sistem Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), model yang sejak awal 2025 disebut-sebut bakal masuk pasar domestik itu hingga kini belum juga diluncurkan. Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan keputusan peluncuran Hyundai Ioniq 9 tidak lepas dari strategi perusahaan dalam membaca perkembangan pasar nasional. "Jadi kalau Ioniq 9, sebenarnya pada saat GIIAS kemarin kita tidak menampilkan. Namun pada saat pertengahan tahun lalu, kita mengajak beberapa rekan-rekan media untuk melakukan Ioniq 9 review. Sehingga beberapa teman sudah punya informasi mengenai Ioniq 9. Saat ini kami masih kita pelajari," katanya di IIMS 2026, Rabu (11/2/2026). Pria yang akrab disapa Frans itu menyampaikan, saat ini pihaknya masih terus membangun citra produk Ioniq 9 agar sesuai kebutuhan pasar. "Dan tadi juga saya menyampaikan bahwa produk global pastinya akan menjadi kepertimbangan dari kita untuk kita bawa ke Indonesia," katanya. Dua faktor pertimbangan membawa Ioniq 9 Lebih lanjut, Frans menjelaskan ada dua faktor untuk mempertimbangkan membawa kendaraan ke Indonesia. Pertama, jika pelanggan memang punya keinginan untuk membeli Ioniq 9, maka Hyundai akan bawa ke Indonesia. Kedua, apabila regulasi pemerintah memang cocok dengan produk tersebut. "Jadi tunggu aja ada kemungkinan juga kita akan memperkenalkan Ioniq 9," katanya. Sebagai informasi Ioniq 9 sendiri merupakan SUV listrik berukuran besar yang satu basis dengan Kia EV9. Dalam data Samsat DKI Jakarta, model ini tercatat memiliki NJKB sebesar Rp 699 juta. Angka tersebut belum termasuk pajak dan komponen lain, sehingga harga on the road nantinya diperkirakan akan jauh lebih tinggi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang