Rencana Hyundai untuk menghadirkan SUV listrik premium Ioniq 9 di Indonesia masih belum menemui kepastian. Model yang sejak awal 2025 disebut-sebut bakal masuk pasar domestik itu hingga kini belum juga diluncurkan, meski statusnya sudah terdaftar dalam sistem Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa keputusan untuk menunda peluncuran mobil listrik terbaru tersebut, tidak lepas dari strategi perusahaan dalam membaca perkembangan pasar nasional. Ioniq 9 sendiri merupakan SUV listrik berukuran besar yang satu basis dengan Kia EV9. Dalam data Samsat DKI Jakarta, model ini tercatat memiliki NJKB sebesar Rp 699 juta. Angka tersebut belum termasuk pajak dan komponen lain, sehingga harga on the road nantinya diperkirakan akan jauh lebih tinggi. Sebagai pembanding, NJKB Hyundai Ioniq 5 varian Signature berada di kisaran Rp 603 juta, sedangkan Ioniq 5 N mencapai Rp 755 juta. Dengan hitungan tersebut, banderol Ioniq 9 diperkirakan akan bermain di rentang Rp 800 jutaan hingga Rp 1,3 miliaran. Padahal, di awal 2025 lalu, Hyundai sempat mengumumkan rencana meluncurkan tujuh model baru di Indonesia, mulai dari mobil bermesin konvensional (ICE), hybrid, hingga kendaraan listrik murni (BEV). Namun, hingga memasuki 2026, realisasinya baru enam model yang benar-benar mengaspal, yakni Creta, Creta N Line, Venue, Palisade, Stargazer Cartenz, dan Stargazer Cartenz X. Hyundai Ioniq 9 Dua model terbaru yang sudah diperkenalkan pada 2025 mengusung teknologi berbeda. Satu masih mengandalkan mesin pembakaran internal, sementara satu lainnya mengusung sistem hybrid. “Satu model menggunakan powertrain combustion dan satu lagi hybrid,” kata Fransiscus, saat ditemui di Jakarta Selatan, belum lama ini. Untuk model bermesin konvensional, Hyundai sudah membuka tabir lewat kehadiran Creta varian Alpha. Sementara model hybrid yang dimaksud hingga kini belum diumumkan secara resmi. Adapun untuk lini kendaraan listrik, Hyundai masih memilih bersikap menunggu. Menurut Fransiscus, kelanjutan peluncuran produk EV baru di Tanah Air akan sangat bergantung pada kepastian regulasi pemerintah, khususnya terkait insentif kendaraan listrik. kabin Ioniq 9 “Untuk EV, tentunya kami masih menunggu keputusan dari pemerintah mengenai regulasi insentif mobil listrik,” ucap Fransiscus. Dengan kondisi tersebut, peluncuran Ioniq 9 di Indonesia pun belum bisa dipastikan waktunya. Meski secara administratif sudah terdaftar dan siap dari sisi produk, Hyundai tampaknya memilih untuk tidak terburu-buru, sembari memantau dinamika pasar dan arah kebijakan pemerintah terhadap ekosistem kendaraan listrik nasional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang