Denza B5 “Denza B5 ini masih dalam tahap pengenalan. Kami ingin melihat dulu bagaimana atensi dan ekspektasi customer di Indonesia. Kami tidak mau terburu-buru,” ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. GULIR UNTUK LANJUT BACA Secara global, Denza B5 sebenarnya bukan barang baru. Informasinya sudah banyak beredar di internet, dan sejumlah media Indonesia bahkan sudah sempat mencobanya langsung di China. Namun untuk pasar domestik, BYD memilih langkah hati-hati. Produk diperlihatkan, didekatkan ke calon pasar, lalu responsnya dipelajari. Menurut Luther, yang ingin dilihat bukan sekadar minat, tapi bagaimana penerimaan konsumen terhadap level harga, kualitas, fitur, hingga positioning produknya di segmen SUV premium.Dari sisi produk, Denza B5 memang tidak main-main. Mobil ini dibangun dengan teknologi struktur Cell-to-Chassis (CTC), di mana baterai terintegrasi langsung dengan rangka kendaraan. Pendekatan ini membuat struktur bodi lebih rigid sekaligus meningkatkan aspek keselamatan saat terjadi benturan. Fondasi ini juga berpengaruh pada kestabilan dan kenyamanan berkendara. Karakter off-road-nya diperkuat lewat DiSus-P intelligent hydraulic suspension yang bisa menyesuaikan karakter suspensi secara real time sesuai kondisi jalan. Sistem ini dipadukan dengan diferensial mekanis depan dan belakang untuk menjaga traksi di medan sulit.Secara angka, kemampuan jelajahnya cukup serius: sudut approach 39 derajat, departure 35 derajat, dan kemampuan menerjang genangan air hingga 790 mm. Artinya, ini bukan SUV gagah tampang saja, tapi memang disiapkan untuk kontur jalan yang tidak ideal.Meski punya DNA off-road kuat, kabin DENZA B5 justru mengarah ke kenyamanan premium. Seluruh jok dibalut nappa leather, lengkap dengan fitur massage, heating, dan ventilation. Head unit 15,6 inci sudah mendukung wireless Apple CarPlay dan Android Auto, serta sistem audio Devialet 800W dengan 16 speaker.Dari sisi keselamatan, ada 11 airbags, kamera 360 derajat, serta paket ADAS lengkap seperti Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Blind Spot Detection, dan Lane Keeping Assist. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA “Fokus kami bukan hanya teknologinya, tapi bagaimana teknologi itu bekerja terintegrasi untuk kenyamanan dan rasa percaya diri pengemudi dalam penggunaan nyata,” tutur dia.Menariknya, hingga kini BYD belum bicara soal kisaran harga atau kapan mobil ini dijual. Semua masih bergantung pada satu hal: seberapa besar orang Indonesia tertarik pada SUV listrik premium yang bisa diajak ‘main tanah’ tanpa kehilangan kenyamanan kelas atas.