Jetour T2 Dalam acara media gathering yang digelar di Jakarta, merek otomotif asal Tiongkok tersebut melakukan uji demonstrasi dengan menaruh beban lebih dari 350 kilogram di bagian atas kendaraan. Langkah itu dilakukan untuk memperlihatkan seberapa kokoh struktur bodi SUV tersebut ketika menghadapi tekanan ekstrem. GULIR UNTUK LANJUT BACA Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan bahwa keselamatan menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan dalam pengembangan produk mereka.“Bagi Jetour, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama. Jetour T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang menggunakan 80 persen high-strength steel, sehingga memberikan kekuatan dan stabilitas tinggi,” ujarnya.Struktur tersebut diklaim mampu menahan beban statis hingga 300 kilogram dan memiliki tingkat kekakuan torsional mencapai 31.000 Nm per derajat. Menurut Ranggy, angka itu menjadi salah satu indikator bahwa struktur bodi kendaraan dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal bagi penumpang.Selain mengandalkan konstruksi bodi yang kuat, SUV ini juga dibekali sejumlah teknologi yang mendukung keamanan dan visibilitas saat berkendara. Salah satunya adalah fitur 540 derajat Surround Vision yang memungkinkan pengemudi melihat kondisi di sekitar kendaraan secara menyeluruh, termasuk tampilan bagian bawah mobil secara transparan.Teknologi tersebut dinilai dapat membantu pengemudi ketika harus bermanuver di ruang sempit atau saat melewati jalur dengan kontur medan yang menantang.Jetour T2 juga dirancang untuk menghadapi kondisi jalan yang tidak selalu ideal, terutama ketika musim hujan atau ketika melewati daerah dengan genangan air. Mobil ini dilengkapi fitur Wading Radar yang dapat mendeteksi kedalaman air secara real time, sehingga kendaraan dapat melintasi genangan hingga kedalaman sekitar 700 mm.Selain itu, ground clearance setinggi 220 mm membuat SUV ini lebih siap menghadapi jalan rusak atau kontur jalan yang tidak rata.Dari sisi teknologi keselamatan aktif, mobil ini juga dibekali sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2. Sistem tersebut memanfaatkan radar generasi kelima serta kamera generasi ketiga untuk membantu menjaga jarak aman, stabilitas kendaraan, hingga mendukung berbagai fitur bantuan berkendara.Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menilai perjalanan mudik di Indonesia memiliki tantangan yang tidak ringan, mulai dari kepadatan lalu lintas hingga durasi perjalanan yang panjang.“Banyak pemudik menempuh ratusan bahkan ribuan kilometer tanpa jeda yang cukup. Kondisi ini meningkatkan risiko kelelahan, apalagi dengan karakter jalan di Indonesia yang sangat beragam,” kata Jusri. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Karena itu, menurutnya, kesiapan kendaraan dengan struktur yang kuat serta fitur keselamatan yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keamanan perjalanan jarak jauh.Selain memamerkan ketangguhan produknya, pabrikan juga menghadirkan program pemeriksaan kendaraan gratis menjelang mudik. Program ini berlangsung di sejumlah jaringan showroom mereka di berbagai kota di Indonesia, guna memastikan kendaraan pelanggan berada dalam kondisi optimal sebelum melakukan perjalanan jauh.